Profil Pemuda Berkarakter
Oleh
: Misbahuddin
Dalam hadist, pemuda sering
diistilahkan dengan kata-kata syaabun. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari,
disebutkan bahwa diantara 7 kelompok yang akan mendapatkan naungan Allah SWT
pada hari ketika tak ada naungan, selain naungan-Nya, adalah Syaabun
nasya’a fii ‘ibaadatillah (pemuda yang tumbuh berkembang dalam
pengabdian kepada Allah SWT).
Sepanjang
peradaban manusia, pemuda adalah pelopor. Berbagai perubahan terjadi di setiap
bangsa, selalu digerakkan oleh pemuda. Di balik setiap transformasi sosial, juga
ada anak muda. Ibarat sang surya, maka pemuda bagaikan sinar matahari yang
berada pada tengah hari dengan terik panas yang menyengat. Yang menentukan fase
kehidupan manusia sejak di janin, balita, kanak-kanak, dewasa dan masa tua
adalah usia murahiq – masa muda - (antara 30-40), meminjam istilah ahli
kepribadian. Berbagai bakat, potensi, kecenderungan, baik mengarah kepada
kebaikan maupun kepada kejahatan memiliki dorongan yang sama kuatnya ketika
pada masa muda. Itulah sebabnya, kegagalan dan keberhasilan seseorang,
kematangan kepribadian manusia pada masa tua ditentukan oleh masa
mudanya.
Dalam
al Quran pemuda menggunakan istilah ‘fatan’. Sebagaimana firman Allah SWT:
Mereka
berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela
berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (Al Anbiya (21) : 60).
Dalam
Islam, dikenal “vionir leader” yang mengenalkan tauhid, dialah Ibrahim. Ia
menegakkan nilai-nilai tauhid di tengah dominasi dan hegemoni paham paganisme,
seorang diri. Bahkan bapaknya sendiri melawannya. Kalau bukan kesabaran dan
keyakinan yang terpatri di dalam hati, mustahil misi suci ini bisa diwujudkan.
Sebagaimana
kisah Ashabul kahfi pada surat Al Kahfi (18) ayat 10 dan 13.
“(Ingatlah)
tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka
berdoa : Ya Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-MU dan
sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).
Kami
kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka
adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah pula
untuk mereka petunjuk.”
Karakteristik
Pemuda Pejuang (Aktivis Tauhid)
Eksistensi
dan perana pemuda sangat urgen. Dalam al-Quran ataupun hadits, banyak diucapkan
karakteristik/jati diri sosok pemuda ideal yang harus dijadikan teladan oleh
pemuda yang bercita-cita sebagai orang atau pemimpin sukses.
Pertama,
memiliki keberanian (syaja’ah) dalam
menyatakan yang hak (benar) itu hak (benar) dan yang batil (salah) itu batil
(salah). Katakanlah kebenaran walaupun rasanya pahit (al Hadits). Jihad yang
paling tinggi adalah kalimat haq di depan pemimpin yang zalim (al Hadits).
Lalu, siap bertanggung jawab serta menangung resiko ketika mempertahankan
keyakinannya.
Contohnya
adalah pemuda Ibrahim yang menghancurkan “berhala-berhala” kecil, lalu dan
menggantung kapaknya ke “berhala” yang paling besar untuk memberikan pelajaran
kepada kaumnya bahwa menyembah berhala itu (tuhan selain Allah SWT) sama sekali
tidak bisa mendatang manfaat dan menolak bahaya. Kisah keberaniannya dikisahkan
dalam surat al-Anbiya’[21] ayat 56-70.
Kedua, ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity)
untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan
keyakinan. Artinya, tidak pernah berhenti dari belajar dan menuntut ilmu pengetahuan
(QS al-Baqarah [2]: 260). Semakin banyak ilmu yang dimilikinya, ia menyadari
betapa banyak ilmu yang belum diketahui. Semakin berilmu, semakin tunduk
tauhidnya pada wahyu.
Ketiga,
selalu berusaha dan berupaya untuk
berkelompok dalam binkai keyakinan dan kekuatan akidah yang lurus, seperti
pemuda-pemuda Ashabul Kahfi yang dikisahkan Allah SWT pada surah al-Kahfi [18]
ayat 25. Bukan berkelompok untuk mengadakan konspirasi jahat (makar). Atau
berpikir yang aneh-aneh hanya untuk cari sensasi.
Para
pemuda pejuang yang berkarakter ala Ibrahim, ia ingin berkelompok bukan untuk
huru-hara atau tujuan yang tidak ada manfaatnya. Tetapi berkelompok dalam
kerangka ta’awun ‘alal birri wat taqwa (bersinergi
dalam kebaikan dan ketakwaan). Bukan berkerjasama dalam perbuatan dosa dan
permusuhan.
Keempat,
selalu berusaha untuk menjaga akhlak
dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusilasi. Hal ini
seperti kisah nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Pemuda dengan tipe
ini, bisa digambarkan pada sosok Nabiullah Yusuf yang tak tergoda nafsu,meski
kesempatan ada. Yusuf tak mau meladeni wanita (Zulaikha) yang terus
menggodanya. Ketika Yusuf digoda, ia justru berkata: "Aku berlindung
kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik."
Kelima,
memiliki etos kerja dan etos usaha
yang tinggi serta tidak pernah menyerah pada rintangan dan hambatan. Ia
memandang berbagai kesulitan adalah sebagai peluang untuk mengukir prestasi dan
sarana kematangan jiwa. Seandainya menjadi manusia besar itu mudah, betapa
banyak manusia yang terlahir sebagai pahlawan, meminjam ungkapan ahli sastra
Arab.
Hal itu
diperagakan oleh sosok pemuda Muhammad yang menjadikan tantangan sebagai
peluang untuk sukses hingga ia menjadi pemuda yang bergelar al-Amin
(terpercaya) dari masyarakat.
Wahai
pemuda, marilah kita ikuti perjalan sosok-sosok yang mengagumkan itu.Wahai para
orantua, tak ada salahnya, kita persiapkan anak-anak kita dalam tipe pemuda
yang berkarakter itu. Merekalah sosok pemuda ideal yang dicontohkan dalam al-Quran
dan Hadits. Mudah-mudahan mereka bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemuda
Indonesia masa kini dan masa depan. Wallahu a’lam
bishshowab.*






0 komentar:
Posting Komentar