Tampilkan postingan dengan label Explorasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Explorasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2013

Frame Work As-Sunnah Dalam Menginterpretasikan Al-Qur’an


Oleh : Misbahuddin

            Al-Qur’an dan as-sunnah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, Al_qur’an dan As-Sunnah merupakan sebuah konsep terpadu untuk hidup dan kehidupan. sebuah aturan yang saling melengkapi. Tidak bisa kita berislam hanya dengan mengamalkan Al-Qur’an saja dengan meninggalkan as-sunnah. atau sebalinya.  hal  tercermin dalam Sabda Rasulullah.

             “Telah kutinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)

            Al-Qur’an membutuhkan interpretasi ( penjelasan ) as-sunnah dalam beberapa aspek.  bagaimanakah frame work  atau metodologi yang digunakan As-Sunnah dalam ‘ mendampingi’  Al-qur’an sebagai undang-undang kehidupan ( The Law of Life ). Di dalam Kitab Tafsir Wal Mufasiruun, Imam ad-dahabi menjelaskan metodologi As-sunnah dalam menginterpretasikan Al-Qur’an.

            Metodologi pertama, As-sunnah menjelaskan kemujmalan dari ayat Al-qur’an,  menjelaskan ayat-ayat yang masih samar ( musykil ), mengkhususkan dari ayat Al-Qur’an yang umum. dan mentaqyid dari ayat-ayat Al-Qur’an yang Mutlaq.

            Dari metodologi pendekatan ( Approach Metode ) yang digunakan as-sunnah dalam metodologi yang pertama ini, menghasilakan empat ‘  cabang ‘metodologi yaitu
1.       Menjelaskan kaifiyat / sifat.

            Didalam Al_qur’an tidak dijelaskan kapankah waktu-waktu sholat itu, maka As-sunnah sebagai ‘ pendamping ‘ menjelaskan hal tersebut, termasuk bilangan rokaat, kaifiyaatnya.
           
           
صَلوُّا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَليِّ

"Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat" (HSR. Al-Bukhori).

            Contoh yang lain, Al-Qur’an menjelaskan perintah zakat, tetapi tidak menjelaskan ukuran-ukuran zakat, waktu-waktu untuk mengeluarkan zakat dan macam-macam  jenis yang harus dizakati. maka disinilah As-sunnah berperang penting dalam memberikan kejelaskan kepada manusia. sehingga aturan-aturan Islam tidak dipahami secara parsial.

2.       Menjelaskan Tafsir Dari Al-Qur’an

 وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

            Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. ( QS.Al-Baqoroh : 187 )

            Kalimat  dalam ayat tersebut, “makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam “ ditafsirkan oleh As-sunnah adalah. “ makan dan minumlah sehingga terang atau jelas cerahnya siang dari malam “.

3.        Mengkhusukan Ayat Al-Qur’an

 الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

            Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedholiman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Al-an’am : 82 )

            sebagian sahabat memahami kata ‘ dholil ‘ di QS. Al-An’am ayat 82 diatas secara umum,  termasuk perbuatan dholimterhadap diri sendiri, maka mereka mengjukan sebuah pertanyaan. “ dan bagimana kami tidak mendholimi diri sendiri ??.  Maka memberikan penjelasan  bahwa  , “ bukanlah mendholomi diri sendiri yang dimaksud ayat tadi, tetapi dholim yang dimaksud adalah syirik.

4.       Mentaqyid ( mensfesipikasikan ayat Al-qur’an )

As-Sunnah sebagi pentaqyid dari Al-qur’an. contoh  dalam kata, ‘tangan’ dalam firman Allah.

“Artinya : Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya..” [Al-Maidah : 38].

            Ayat ini tidak menjelaskan sampai dimanakah batas tangan yang akan di potong. maka disinilah persan as-sunnah atau hadist diperlukan, maka as-sunnah memberikan  penjelasan bahwa batasan dan tangan yang harus dipotong adalah sampai pergelangan tangan. (Subulus Salam 4 : 53-55)


            Meodologi kedua, As-sunnah menginterpretasikan sebuah lafadz dalam al-Qur’an yang memilki keterkaitan. seperti menjelaskan yang dimaksud lafadz ‘magdhub ‘ dan ‘ dholiliin ’ dalam Surat Al-fatihah dengan Yahudi dan nasroni.
            Contoh kedua yaitu dalam surat

وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
            baginya di dalamnya ada pasangan yang suci, serta mereka kekal di dalamnya.

Lafadz  ‘ Muththoharoh ‘ di taqyid, dispesifikasikan bahwa pasangan yang ‘Muththoharoh’ atau  suci itu adalah pasangan yang bersih dari haidh, ingusan dan lendiran.

            Metodologi ke tiga, As-Sunnah menetapkan dan membentuk hukum-hukum yang tidak terdapat di dalam Al-Qur’an.Diantara hukum-hukum itu ialah tentang haramnya keledai negeri, pengharaman menikahi seorang perempuan dengan bibinya, perintah zakat fitri,  merajam penjina yang sudah nikah, pengharaman binatang buas yang mempunyai taring, burung yang mempunyai kuku tajam, juga tentang haramnya mengenakan kain sutera dan cincin emas bagi kaum laki-laki. Semua ini disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih.

            Dengan demikian tidak mungkin terjadi kontradiksi antara Al-Qur’an dengan As-Sunnah.

            Imam Syafi’i berkata : “Apa-apa yang telah disunahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak terdapat pada Kitabullah, maka hal itu merupakan hukum Allah juga. Sebagaimana Allah mengabarkan kepada kita dalam firman-Nya.“Artinya : .Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allahlah kembali semua urusan”. [Asy-Syuura : 52-53].
           
            Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan hukum yang terdapat dalam Kitabullah, dan beliau menerangkan atau menetapkan pula hukum yang tidak terdapat dalam Kitabullah. Dan segala yang beliau tetapkan pasti Allah mewajibkan kepada kita untuk mengikutinya. Allah menjelaskan barangsiapa yang mengikutinya berarti ia taat kepada-Nya, dan barangsiapa yang tidak mengikuti beliau berarti ia telah berbuat maksiat kepada-Nya, yang demikian itu tidak boleh seorang mahlukpun melakukannya. Dan Allah tidak memberikan kelonggaran kepada siapapun untuk tidak mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Ar-Risalah hal. 88-89]

            Ibnul Qayyim berkata : “ Adapun hukum-hukum tambahan selain yang terdapat di dalam Al-Qur’an, maka hal itu merupakan tasyri’ dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib bagi kita mentaatinya dan tidak boleh kita mengingkarinya. Tasyri’ yang demikian ini bukanlah mendahului Kitabullah, bahkan hal itu sebagai perwujudan pelaksanaan perintah Allah supaya kita mentaati Rasul-Nya. Seandainya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ditaati, maka ketaatan kita kepada Allah tidak mempunyai arti sama sekali. Karena itu kita wajib taat terhadap apa-apa yang sesuai dengan Al-Qur’an dan terhadap apa-apa yang beliau tetapkan hukumnya yang tidak terdapat di dalam Al-Qur’an.Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman
:
“Artinya : Barangsiapa taat kepada Rasul berarti ia taat kepada Allah”. [An-Nisaa : 80].

            Metodologi ke empat, memberikan keterangan ayat-ayat yang dimansuh ( dihapus )walaupun dalam masalah ini, ( penghapusan ayat Al-Qur’an oleh as-sunnah ) terdapat perbedaan pendapat ( kontropersi ). tetapi saya mengambil ayat Al_qur’an yang dihapus oleh hadits menurut pandangan imam adahabi.  salah satu contohnya adalah Surat An-nisa : 15

وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا

            Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

Ayat diatas tadi kedudukanya manshuh/ dihapus oelh hadits,

البكربالبكر جلد مأة وتغرييب عام

           
            Ada hadits yang semakna dengan hadits ini yang diriwayatkan oleh Imam bukhori, bahwasanya Rasulullah saw pernah memberikan hukuman kepada orang yang berzina (belum menikah) dengan hukuman dibuang (diasingkan) satu tahun dan pukulan seratus kali.”

Metodologi kelima, sebagai penjelasan yang menguatkan ( lita’qid ). disini as-sunnah berpersan sebagai penguat apa-apa yang datang dari Al_qur’an.  seperti sabda :

لايحل مال امرئ مسلم إلّا بطيب نفسه منه
“ Tidak halal harta seseoarang muslim kecuali didapat dengan cara yang baik “
nah, hadist ini kedudukanya adalah sebagai ‘ta’kid ‘ atau penguat bagi ayat Al-Qur’an di bawah ini

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Artinya:                                                                                                                                                      Wahai orang-orang yang beriman, janagnlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian. ( An-Nisa : 29 )
            Beberapaa metode pendekatan ( approach metode ) diatas merupakan frame work as-sunnah dalam menginterpretasikan ayat-ayat Al_Qur’an. sehingga pahamlah kita secara sempurna apa yang dimaksudkan Allah dalam Al_Qur’an. Wallahu ‘alam
           

Selasa, 18 Desember 2012

Tranforamsi Nilai-Nilai Filosofis Ilmu Nahwu Dalam Konteks Kehidupan


Oleh : Misbahuddin al-Afhganie

            Mengenal dan memahami uslub dan tata bahasa arab adalah hal yang sangat pundamental. kenapa ?, karena, eh karena, memahami uslub dan tata bahasa arab adalah kunci untuk memahami al-Qur’an dan as-sunnah.  dan Al-Qur’an dan as-sunnah adalah dua warisan agung yang dijadikan sebuah petunujuk untuk manusia bagaimana mengisi hidup dan kehidupan dengan benar.

            Dalam memahami Al-qur’an dan as-sunnha kita tidak akan terlepas dari ilmu sharaf dan ilmu nahwu.  karena dua ilmu tersebut bagaikan ibu dan bapak. tidak akan terpisahkan. “Ash-shorfu ummul ‘uluum, wan nahwu abuuha” (Imu sharaf adalah ibu berbagai ilmu, adapun Nahwu adalah bapaknya).

            Dalam Ilmu Nahwu jika kita renungkan dan ekplorasi lebih dalam hikmah yang terkandung dalam istilah-istilah dan pembahasan-pembahasan. Maka kita akan disguhkan dengan sebuah renungan yang unik dan menarik. membuat mulut kita berucap denga reflek, “ Ooo..OOOh, Subhanaallah “.

            Filosofis hidup yang terkandung di dalam ilmu nahwu tidak jauh bedanya dengan sebuah nilai filosofis hidup yang dihasilkan setelah kita mentafakuri kehidupan semut. ada sebuah nilai kerja sama, keultena dan sebagainya. tetapi,  nilai-nilai filosofis apakah yang terkandung di dalam imu nahwu ??.

            Filosofis hidup yang sangat berharga untuk generasi muda sebagai agent of change, lebih umum untuk umat islam seutuhnya.  filosofis hidup itu sendiri di gali dari istilah-istilah dan pembahasan-pembahasan dalam Ilmu nahwu. buka mata lebar-lebar, buka telinga dan open up your mind !!. Yuk ah.. bereksplorasi lebih dalam ^_^

Filosofish syakal ‘ Dhomah ‘ dengan Rofa’

            Dalam ilmu nahwu, “dhommah” adalah salah satu tanda dari tanda-tanda rofa atau marfu. Secara lafdziah kata dhommah berarti bersatu. Sedang kata rofa’ berarti tinggi.  antara dhomah dan rofa memiliki kolerasi yang filosofis untuk kehidupan. jika kata dhomah bersatu dan rofa’ adalah tinggi. maka umat manusia jika bisa bersatu dan dapat mempererat tali ukhuwah maka niscaya umat itu pasti akan tinggi (rofa) dibadingkan dengan bangsa-bangsa lain.

            Coba “ Intiplah “ sejarah, tidak ada satu umat pun, tidak ada satu golongan pun yang jika meraka bersatu mereka akan lemah dan kalah. justru dengan kesatuan dan kebersamaan umat bisa menjadim kuat dan bisa menguasai peradaban.

            Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :”Bersatulah kalian pada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian berpecah belah” (Ali Imran: 103). Sementara untuk mendapatkan derajat tinggi harus memenuhi syarat, di antaranya adalah iman. Firman Allah SWT: “Janganlah kalian merasa hina dan sedih, padahal kamu tinggi jika kamu beriman (Ali Imran: 139).

Bagaimanakah Tips Dan Trik Agar Mendapat Derajat Rofa’  dalam Kehidupan ( Tinggi )

            Coba ingat-ingat. isim-isim yang rofa itu apa saja, ayooo ??.  nah betul !!, isim-isim yang yang masuk katagori  rofa ( yang diberi penghargaan tinggi )  adalah  Fail, naib fail, Mubtada, khobar mubtada dan Tawabie marfu, se[erti sifat ( Na’at ), badal, taukid dan atof.

            Jadi ketika kita ingin mendapatkan kedudukan marfu ( yang di tinggikan derajatnya ) maka kita harus menjalankan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalam isim-isim yang marfu diatas.  sepeti nilai filosofis yang terkandung di dalam fail, naib fail dan lain sebagainya. 

            Mari simak analisis dan eksporasi saya .... Yuk Marieee ...

Filosofis Fail

            Fa’il adalah subjek, sesuatu yang menjadi pelaku dalam setiap aksi. fail merupakan penguasa keadaan, bukan yang dikuasai keadaan. Apabila kita ingin menjadi orang yang dihargai, memilki kedudukan tinggi dan tidak terhina, maka hendaklah kita berbuat, bekerja dan berusaha. Yup! untuk mendapatkan kedudukan “ Marfu “ yang ditinggikan maka kita harus menjadi pelaku, aktor sejarah bukan korban dari sebuah sejarah. Maka jadilah pribvadi-pribadi yang mengedapankan ACTION dari pada cuap-cuap belaka. seoarang yang suka bertindak untuk mengukir sejarahnya dengan tinta emas. bukan pribadi  berpangku tangan atau hanya mengharap belas kasih orang lain. Hanya orang yang aktif, pribadi yang suka berACTION  yang membuahkan karya-karya dan amal dan menjadi terhormat di lingkungannya. Firman Allah SWT:

            “Dan katakanlah (hai Muhammad) : Bekerjalah kalian! sesungguhnya pekerjaan kalian        akan dilihat oleh Allah, RasulNya dan kaum mu’minin” (At Taubah : 105).

             Sabda Nabi Muhammad SAW: “ tangan di atas (pemberi) lebih baik dari tangan di             bawah(peminta)”.

            Nash dan Hadits diatasa memberikan petunjuk agar kita harus menjadi FAIL ( penguasa keadaan ), pribadi yang suka akan sebuah tindakan nyata demi sebuah perubahan karena mengharap Ridho dari Allah semata.

Filosofis Naib Fail

            Naib fa’il, adalah pengganti dari Fail, dengan kata lain dia adalah wakil atau pengganti atau mewakili tugas-tugas pelaku sejarah. Sosok Pribadi ‘ Naib Fail ‘ adalah tipe kedua orang yang mendapat derajat tinggi. Meskipun ia berkedudukan sebagai wakil, tapi ia menjalankan pekerjaan yang dilakukan fa’il / pelaku sejarah walau harus menjadi penderita dalam kedudukannya sebagai kalimat.
           
            Jika kita mengambil sample dari historis jaman Rasulullah, Rasulullah adalah fail / pelaku sejarah, nah ketika nabi mendapatkan ancaman pembunuhan dari kaum musrikin, maka hadirlah Ali bin abi tholib sebagai sosok ‘ naib fail ‘ yang menggantikan nabi untuk tidur di tempat tidurnya. Pribadi Naib Fail yang yang akan menjadi sosok Fail / pelaku sejarah masa depan. tidak ada seoarang pemimpin yang dilahirkan secara instan. sebelum menjadi pemimpin / pelaku sejarah, maka jadilah sosok naib Fail / pengikut yang baik yang siap berkorban.

            Contoh lain adalah para huffadz yang diutus Rasulullah untuk mengajarkan agama atas permintaan salah satu suku di jazirah Arab, namun mereka ternyata bukan untuk mengajarkan agama, tetapi meraka ternyata diundang untuk dibunuh. nasib mereka tragis. para huffadz inilah sosok ‘naib fail ‘ sebagai pengganti Rasulullah dalam menyi’arkan islam. walaupun mereka menjadi korban. tetapi mereka akan mendapatkan kedudukan yang tinggi ( marfu ) disisi Allah.

Filosofis Mubtada’

            Mubtada (pioneer), sosok orang yang pertama melahirkan ide-ide positif kemudian diaplikasikannya di tengah-tengah masyarakat sehingga berguna bagi kehidupan manusia adalah orang yang pantas mendapat derajat rofa’ (tinggi). Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda: “ Barang siapa memulai sunnah hasanah (ide positif dan konstruktif) maka baginya pahala dan pahala orang yang melakukan ide (sunnah) tersebut”. Ada pepatah Arab mengatakan demikian:
           
            “ Perhargaan itu hanyalah milik orang pertama memulai, walaupun orang yang datang         kemudian dapat melakukannya lebih baik ”

Filosofis Khobar Mubtada’

            Khobar (informasi). Mereka yang memiliki khobar (informasi) itulah orang yang menguasai. Demikian salah satu ungkapan dalam ilmu komunikasi. Di dunia ini sebenarnya tidak ada orang yang lebih banyak ilmunya dari seorang lain. Yang ada adalah karena orang itu lebih banyak mendapatkan dan menyerap informasi dari lainnya. Membaca buku, apapun buku itu, sebenarnya kita sedang menyerap sebuah informasi. Dan sebanyak itu informasi yang kita dapatkan sebesar itu pula kadar maqam kita. Informasi dapat kita peroleh melalui berbagai cara, termasuk di dalamnya pengalaman.

            Semakin banyak informasi, Ilmu dan wawasan maka derajat kita pasti secara perlahan tetapi pasti akan menempati derajat ‘ marfu’/ ditinggikan derajatnya. Sebagaimana firman Allah swt :

            “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan mereka yang          diberi ilmu dengan beberapa derajat” (Al Mujadalah: 11).

Filosofis Tawabi Lil Marfuat

            Tawabi’ Marfu’ , tawabi Lil Marfu’at adalah isim atau fill yang mengikuti isim atau fiil yang didepan yang marfu’. pelajaran apa yang bisa diambil dari ‘tawabie lil Marfuat ini ?. dalam kehidupan nyata, Tawabi’ lil marfuat ini adalah Mereka yang mengikuti jejak langkah orang yang mendapat derajar tinggi. Jelas, siapa saja yang mengikuti langkah dan perjuangan mereka yang mendapat derajat tinggi ( Marfu’) , maka mereka akan dihargai. Sebagaimana Allah berfirman:

Sesungguhnya pada diri Rasulullah (Muhammad) terdapat teladan yang baik. “
(QS Al-Ahzâb [33]: 21)

            Ayat diatas menegaskan kepada kita untuk mengikuti Rasulullah yang telah mendapatkan maqoman mahmuda (kedudukan terpuji) di sisi Allah agar kita mendapat hal yang sama di sisiNya.

Ada Apa dengan tanda kasroh ??

Berpecah Belah Adalah Kerendahan

            Tanda kasroh dalam ilmu nahwu adalah salah satu tanda hukum khofadh. Secara harfiah, kata kasroh bermakna pecah atau perpecahan. Sedangkan kata khofadh bermakna kerendahan atau kehinaan. Dengan demikian suatu umat akan mengalami kerendahan dan kehinaan apabila mereka melakukan perpecahan, tidak bersatu dan tidak berukhuwah. Wajar saja bila para musuh menyantap dengan lahapnya kekayaan kaum (muslimin) disebabkan mereka tidak mau bersatu dan menjaga persatuan. Inilah yang pernah dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad SAW empat belas abad lalu, tatkala beliau menyatakan bahwa suatu saat umat Islam akan menjadi santapan umat lain seperti srigala sedang menyantap makanan. Para sahabat bertanya: “Apakah saat itu jumlah kita sedikit ?” Rasul menjawab: “Tidak, justru kalian saat itu menjadi mayoritas, tapi kualitas kalian seperti buih. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari musush-musuh kalian kepada kalian dan Allah akan mencampakkan dalam diri kalian penyakit al-wahan”. Sahabat bertanya: “apakah penyakit al-wahan itu?” Rasul SAW menjawab: “cinta dunia dan takut mati”.

            Dengan penyakit itulah, umat Islam mengalami perpecahan. Sebab yang diperjuangkan bukan lagi agama mereka, tetapi materi dan keduniaan yang pada akhirnya tidak lagi mengindahkan kekompakkan dan persatuan di antara sesama ummat Islam.

            Di samping itu sifat buih, seberapa banyak dan sebesar apapun, ia akan terombang-ambing oleh angin yang meniupnya. Itulah tamsil umat Islam yang tidak memperkokoh persatuan.

Faktor ‘Khofad ( Kerendahan ) Adalah Penyebab ‘ Kasroh ‘ (Perpecahan )  
    
            Hal inilah yang diisyaratkan oleh Al-Sonhaji, bahwa penyebab segala isim (nama) menjadi makhfudh (rendah dan hina) adalah karena tunduk dan ikut-ikutan terhadap huruf khofad (faktor kerendahan). Atau dalam istilah nahwu lain, isim menjadi majrur (objek yang terseret-seret/mengikuti arus) karena disebabkan mengikuti huruf jar (faktor yang menyeret-nyeretnya) .

            Karena itu, hendaknya ummat Islam selalu menjadi ikan hidup di tengah samudera. Meskipun air samudera terasa asin, namun sang ikan hidup tetap terasa tawar. Sebaliknya, jika ummat ini bagaikan ikan mati, maka ia dapat diperbuat apa saja sesuai keinginan orang lain. Bila diberi garam ia akan menjadi ikan asin dan lain sebagainya.

Berusahalah, Maka Jalan Akan Terbuka

            Dalam kaidah ilmu nahwu, di antara tanda nashob adalah fathah. Secara lafdziah, kata nashob bermakna bekerja dan berpayah-payah. Sedang kata fathah bermakna terbuka. Dalam hal ini, maka mereka yang mau bekerja dan berupaya serta berpayah-payah (nashob) dalam usaha, maka mereka akan mendapatkan jalan yang terbuka (fathah). Sesulit apapun problem yang dihadapi, jika berusaha dan berpayah-payah untuk mengatasinya, maka insya Allah akan menemukan jalan keluarnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang berbuat di antara kalian dari laki-laki dan wanita”. (Ali Imran: 195).

             Dalam Kitab Diwan As-Syafi’i. Imam Syafi’i pernah menulis bait syair sebagai berikut:

سافر تجد عوضا عمن تفارقه # وانصب فان لذيذ العيش فى النصب
اني رأيت وقوف الماء يفسده # ان سال طاب وان لم يجري لم يطب
            Pergilah bermusafir, maka anda akan dapatkan pengganti orang yang anda tinggalkan ; Bersusah payahlah !, karena kenikmatan hidup ini didapat dengan bersusah payah (nashob). Sungguh Aku Menyaksikan Mandeg-Nya Air Dapat Merusakkan Dirinya ; Namun Bila Ia Mengalir Ia Menjadi Baik. Dan Jika Menggenang Ia Jadi Tidak Baik.

            Dalam bait syair ini, Imam Syafi’i ingin menegaskan, bahwa orang yang berpangku tangan dan tidak mau bekerja keras akan menjadi rusak, bagaikan rusaknya air yang tergenang sehingga menjadi comberan yang kotor dan bau. Sebaliknya, bila ia mau bersusah payah dan bergerak maka ia bagaikan air jernih yang mengalir. Indahnya kenikmatan hidup ini terletak pada bersusah payah.

            Bahkan al-Quran mengisyaratkan kepada kita untuk tidak berpangku tangan di tengah waktu-waktu senggang kita. Bila usai melakukan satu pekerjaan, cepatlah melakukan hal lain. Firman Allah SWT:

فاذا فر غت فا نصب
“Dan jika kamu selesai (melakukan tugas), maka lakukanlah tugas lain (nashob)” (Al Insyiroh: 7).

Kepastian Akan Menimbulkan Rasa Tenang

            Kaidah lain yang terdapat dalam ilmu nahwu adalah, bahwa di antara tanda jazm adalah sukun. Secara lafdziah, kata jazm bermakna kepastian. Sedang kata sukun berarti ketenangan. Ini mengajarkan kepada kita, bahwa kepastian (jazm) akan melahirkan rasa ketenangan (sukun). Orang yang tidak mendapatkan kepastian dalam suatu urusan biasanya akan merasakan kegelisahan. Sebagai contoh seorang remaja yang ingin melamar seorang gadis kemudian tidak mendapatkan kepastian, dia akan mengalami kegelisahan. Demikian juga orang yang hidupnya sendiri, ia tidak mendapatkan ketenangan. Oleh karena itu Allah SWT mengisyaratkan kita agar mempunyai teman pendamping dalam hidup ini agar mendapat ketenangan. Firman Allah SWT:
ومن آياته ان خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا اليها
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah Ia menjadikan bagimu pasangan dari jenismu (manusia) agar kalian merasa tenteram kepadanya” (Ar Rum: 21).

            Demikianlah beberapa filosofis kehiupan yang digali dari beberap istilah dan kaidah-kaidah dalam ilmu nahwu.  mudah-mudahan bisa membawa pencerahan, dan bisa menambah semangat kita dalam menggali uslub dan tata bahasa arab sebagai gerbang untuk menikmati ‘ selancar ‘ jiwa dalam lautan ilmu dan hikmah Al-Qur’an dan as-sunnah. Wallahu A’lam Bishowwab.

Jumat, 22 Juni 2012

Albert Eisteins Dan Akreditasi KampusKU, Thawalib Jakarta.


Albert Eisteins Dan Akreditasi KampusKU, Thawalib Jakarta.

Oleh : Misbahuddin Yang Pembelajar Sejati

Tulisan ini lahir ketika penulis pergi ke kampus, ketika sampai di kampus apa yang terjadi?. Dosenya tidak ada. “ huh “ sungguh kadang-kadang membuat hati kesel juga. Tetapi mungkin sebaliknya dosen juga kesel banget ketika para mahasiswanya tidak hadir,  atau yang hadir hanya segelintir orang saja. Yup apapun itu AKU TIDAK MAU BANYAK ALASAN untuk membuat hari  yang ku jalani pergi tanpa makna.

Aku pun pergi ke perpustakaan untuk mengobati haus dahagaku akan sebuah pencerahan akal dan jiwa. Terlihat dijajaran buku-buku perpustakaan kampus ada buku-buku  yang menarik hati.  “ wah ada buku baru nih “ celetukku,  “ Bukan buku baru, ini buku-buku dosen yang dipinjamkan dalam rangka akreditasi “, sahut kawanku yang  yang bertugas sebagai  Ashabul Makatabah,  Aku pun tersenyum …. ( ^_^ ) penuh makna. Dan aku pun bergumam dalam hati, “ wah persiapan akreditasi jurusan manajemen pendidikan lebih mantabb!. Mudah-mudahan dapat nilai A “. Amien ya Allah …

Ku ambil buku yang  menarik hati ku, mau tahu judulnya ?. “  How To Think Like Estein “ , bagaimana berfikir Cara Einstein.  Judul itulah  yang terpampang di depan coper buku itu, ditambah gambar Einteins yang khas dengan rambutnya yang agak mengembang, buku itu diterbitkan oleh penerbit Interaksara.

Akupun mengambil buku catatan sakralku, sakral ?. ya sakral bagi ku, karena buku itu, aku buka jika aku  mendapat inspirasi-inspirasi yang datang dari relung jiwa ku, atau inspirasi yang datang dari alam luar diriku.
Di dalam buku “ How To Think Like Einsteins “ banyak kata-kata yang perlu direnungkan, sebagian ada perkataan para ilmuan yang harus dipikirkan lebih dalam untuk memahaminya.

aku tuliskan semua perkataan-perkataan ilmuan  itu untuk menjadi ilmu dan menjadi bahan untuk study comparatif, memperluas cakrawala dalam memandang segala sesuatu. Istilah kerenya “ Interdisipliner” . Dan pasti catatan-catatan itu akan berarti ketika kita sedang menyusun sebuah karya. Yup betul !! membuat BUKU.

Sebagaimana ada pepatah mengatakan “ tulislahkanlah ide-ide yang kau dapat “.  Ilmu itu seperti binatang buruan maka ikatlah dia dengan tulisan. Tradisi keilmuan akan hidup dengan sebuah tulisan. Itulah yang membuat para tokoh sejarah dikenang sampai sekarang.
Selamat berfikir Ya ulul albab !, selamat menertawakan dan menangisi diri anda sendiri, dan terakhir gelorakan semangat mudaMU ….  Dengan inspirasi-inspirasi perkataan para Ilmuan dibawah ini ……

1.       Tak ada yang lebih pasti tentang ketidak warasan ketimbang melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil-hasil yang berbeda. ( Albert Einsten ).
2.       Sala satu hal yang menghambat pembelajaran saya adalah pendidikan saya “ ( Albert Einsten ).
3.       Untuk menghukum diri sendiri karena menghina penguasa, maka  saya menjadikan nasib saya sebagai penguasa. (Al-Bert Einstein ).
4.       Keseluruhan ilmu pengetahuan tidaklah lebih dari penyempurnaan sehari-hari.
5.       Terkadang hal-hal yang kita peroleh secara Cuma-Cuma justur kita bayar paling mahal.
6.       Hal yang paling sulit dipahami  di dunia ini adalah pajak penghasilan.
7.       Jika solusinya sederhana Tuhanlah yang akan menjawabnya.
8.       Masalah-masalah penting yang kita hadapi tidak dapat dipecahkan dengan pemikiran yang sama tingkatannya. Seperti ketika menciptkan masalah-masalah tersebut.
9.     Di bidang pengamatan nasib,  nasib mujur hanya berkenan kepada pikiran yang siap.
10.   Yang tidak berpendidiknan di abad kedupuluh satu, bukanlah mereka yang tidak dapat membaca dan menulis, melainkan mereka yang tidak dapat belajar, melupakan pembelajaran dan tidak mau belajar lagi.
11.   Tampaknya jaman kita dicirikan oleh kesempurnaan cara dan kacaunya tujuan.
12.   Setiap orang selalu memilki dua alasan untuk perbuatannya, alasan yang baik dan alasan yang sesungguhnya. ( Morgan ).
13.   Jangan puasakan inspirasi dan imajenasi anda, janganlah menjadi hamba teladan bagi diri sendiri ( Vincent Van Gogh ).
14.   President semata adalah sumber kekuasaan berbahaya ( Andrew Jackso ).
15.  Hendaknya Segalanya Dibuat Sesederhana Mungkin Tetapi Bukan Asal Sederhana. ( Albert Einteins ).
16. Takkan Timbul Sesuatu Yang Benar-Benar Berharga Dari Ambisi Atau Sekedar Merasa Kewajiban. (A.E).
17.   Kalau Seseorang Tahu Bahwa Dia Akan Diagntung 2 Minggu Lagi, Pikirannya Akan Terkonsentrasi Secara Mengagumkan.       (Samuel Johnson ).
18.   Dimana Ada Kemauan Besar, Disana Takkan Ada Kesulitan ( Nicolo Machia Velli ).
19.      Berhati-hatilah dengan ke pura-puraan anda, karena anda akan menjadi seperti ke pura-puraan anda itu. ( Kurt Vonnebut ).
20.   Saya sudah tidak mau lagi bersikap ketat. Yang saya inginkan hanyalah menjadi benar. (Stephen Hawking ).
21.   Seandainya kita tahu apa yang sedang kita kerjakan, itu takkan disebut  riset bukan?. ( A.E).
22. Sejarah adalah suatu kebohongan yang disepakati. (Napoleon Bonaparte ).
23.   Logika, seni berfikir dan menggunakan nalar yang sangat sesuai dengan keterbatasan pengertian manusia. ( Ambrose Bierce ).
24.  Orang Yang Tidak Pernah Membuat Kekeliruan Adalah Meraka Yang Tidak Pernah Melakukan Apa-Apa. ( Thodore Roosevelt ).
25.   Yang paling tidak dapat dipahami tentang dunia adalah bahwa ia tidak dapat dipahami. (A.E).
26.   Kehidupan ini terlalu penting untuk dianggap serius . (oscar Wilde ).
27.   Saya bukan gagal kok, saya telah menemukan sepuluh ribu cara yang tidak efektif. (Benjamin Franklin).
28.   Logika adalah seperti pedang, mereka yang tertarik kepadanya akan mati karenanya. ( Samuel Buther ).
29.   Imajenasi Itu Lebih Penting Daripada Ilmu Pengetahuan. ( A.E).
30.   Jika Saya Periksa Diri Saya, Saya Sampai Kepada Kesimpulan Bahwa Karunia Daya Khayal Itu Lebih Berarti Bagi Saya Dari Pada Bakat Saya Untuk Menyerap Pengetahuan . (A.E).
31.  Intinya adalah pengembangkan hasrat ke kanak-kanakan untuk diakui dan di bimbing sang anak ke bidang yang penting bagi masyarakat . ( A.E).
32.   Ungkapan yang paling seru di dengar dalam ilmu pengetahuan, yang mendahului penemuan-penemuan bukanlah “ eureka” melainkan “ lucu ya … (Isaac Asimov ).
33.  Tanpa bermain-main dengan khayalan ini, belum ada karya keratif yang lahir. Hutang kita terhadap bermain-main dengan imajenasi ini sesungguhnya tak terhitung besarnya. (Carl Junc).
34.   Segala yang dapat anda bayangkan itu nyata. (Pablo Picasso).
35.   Seorang yang jenius tidak membuat kekeliruan, kesalahan-kesalahannya itu disengaja dan merupakan pintu menuju penemuan-penemuan- (James Joyce).
36.   Kita perlu mendengar ide-ide baru yang lebih gila soal masalah ini. ( Dosto Yeusky).
37.   Selalu ada solusi mudah terhadap setiap masalah manusia yang rapih, yang layak dan yang keliru. (H.L Monaken).
38.   Kalau satu-atunya alat yang anda miliki adalah palu, setiap masalah akan mirip paku. (abraham maslow).
39.   Kebutuhan adalah ibu segala penemuan. ( Plato).
40.   Konsep-konsep fisik adalah ciptaan bebas dari pikiran-pikiran  manusia dan bagaimana pun tampaknya, bukan secara unik ditentukan oleh dunia eksternal. (A.E).
41.   Sejauh hukum-hukum matematika mengacu kepada kenaytaan, mereka tidak pasti. Dan sejauh mereka pasti, meraka bukan mengacu pada kenyataan. (A.E).
42.   Yang terutama menyenangkan adalah kemungkinan bahwa Josua madeg dengan cara berfikirnya yang klasik sehingga saya berani taruhan dapat mengalahkannya dalam soal penafsiran yang benar tentang ekperimentnya sendiri. (James waston ).
43.   Kebenaran adalah ilusi-ilusi tengtang mana seseorang telah lupa bahwa itu hanyalah ilusi. (Friedrich Nietzche).
44.   Tampaknya mereka belum menemukan yang diketahui khususnya diperlengkapi untuk menghadapi yang tidak diketahui. (Eric Hoffer).
45.   “ Ini adalah salah satu kasus dimana imajenasi dikacaukan oleh fakta”. (Winston Churchill).
46.   Keyakinan adalah musuh kebenaran yang lebih berbahaya daripada kebohongan. (Friedrich Nietzche).
47.  Saya tidak luar biasa, tetapi saya hanya luar biasa ingin tahunya. (A.E).
48.   Tak ada yang lebih mudah daripada menipu diri sendiri, karena apa yang diangankan seseorang itu juga dianggap benar. (Demosthenes).
49.   Kenyataan itu hanyalah ilusi, walaupun sangat gigih. (A.E).
50.   Manusia sesekali tersandung pada suatu kebenaran, tetapi kebanyakan dari mereka segera bangkit dan bergegas seolah-olah tidak terjadi apa-apa. ( Winston Churcill).
51.   Mustahil artinya hanyalah bahwa anda belum menemukan salusinya.
52.   Yang tidak adil bukanlah hukum. (Wiliiam Lioyd Garrison).
53.   Uang itu seringkali terlalu mahal. (Ralph Waldo Emosson).
54.   Seandainya saya punya waktu 8 jam untuk menebang pohon, akan saya habiskan 6 am untuk mengsah kapak saja. (abraham Lincoln).
55.   Sesuatu yang bukan baru tidak ada yang sempurna. (Cicerrro).
56.   Seni adalah mencuri ide orang lain atau REVOLUSI. (Paul Gaugun).
57.  Bukannya saya cerdas, hanya saja saya lebih tekun. (A.E).
58.   Satu-satunya alasan adanya waktu adalah karena segalanya tidak terjadi sekaligus. ( A.E).
59.  Kejeniusan adalah kemampuan memfokuskan visi sehingga menjadi kenyataan ( Benjamin Franklin ).
60.   Siapapun yang ingin menjadi hakim dalam bidang pengetahuan dan kebenaran akan kandas oleh ketawaan tuhan. (A.E).
61.  Ketekunan itulah  yang namanya kejeniusan. (Thomas Edison).
62.   Betapa lebih mudah mengkritik daripada bersikap benar. (Benjamin Disraeli).
63.   Saya tahu bahwa kebanyakan orang termasuk mereka yang mudah menghadapi masalah-masalah paling rumit pun jarang bisa menerima bahkan kebenaran yang paling sederhana dan paling jelaspun  kalau itu memaksa mereka mengakui kekeliruan kesimpulan yang telah dengan senang hati mereka jelaskan kepada rekan-rekan mereka, yang telah dengan bangga mereka ajarkan kepada orang lain, dan yang telah mereka tenun, sehelai demi sehelai ke dalam serat-serat kehidupan mereka-(Leo Tolstoy).
64.   Rahasia kreatifitas adalah mengetahui bagaimana caranya menyembunyikan sumber-sumber anda. (A.E).
65.  Suatu Penemuan Ilmiah Tidak Pernah Meruapakan Hasil Karya Satu Orang ( Louis Pasteur).
66.   Pelajaran terbesar dalam kehidupan adalah mengetahui bahwa orang bodoh pun kadang-kadang benar (Winston Chuchill).
67.   Seberapa sering pun kucing itu berkelahi tampaknya selalu banyak anak-anaknya. (Abraham Lincoln).
68.   Siapapun yang belum pernah membuat kekeliruan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru. (A.E).
69.   Pengalaman adalah nama yang diberikan semua orang kepada kekeliruan mereka. (Oscar Wilde).
70.   Satu-satunya sumber ilmu pengetahuan adalah pengalaman. (A.E).
71.  Sukses itu tidak final sipatnya, dan kegagalanpun tidak fatal sifatnya.              ( Winston Churchill).
72.  Rencana yang baik yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh hari ini, adalah lebih baik daripada rencana sempurna yang dilaksanakan besok. (George Patton).
73.   Satu orang yang percaya adalah sama dengan sembilan puluh sembilan orang yang hanya tertarik. ( John Stuart Mill).
74.  Mereka yang berjiwa besar sedari dulu di tentang oleh mereka yang biasa saja. (A.E).
75.   Ada dua hal yang tidak terhingga : Alam semesta dan kebodohan manusi, dan saya tidak tahu pasti tentang alam semesta. ( A.E).
76.   Untuk menjadi anggota kawanan domba yang tak bercacat, diatas segalanya. Seseorang juga harus menjadi domba. (A.E).
77.   Sesungguhnya membingungkan apa yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan demikian serius. (A.E).
78.   Ia yang mati sebagai martir membuktikan bahwa ia bukanlah orang yang tidak terhormat. Melainkan bahwa ia sama sekali bukan orang yang bodoh. (harles Colton).
79.   Walaupun siap kalau terpaksa menjadi master, saya lebih suka kalau hal itu ditunda. (Winston Churchill).
80.   Tugas pertama dari seorang revolusioner adalah meloloskan diri. ( Abbie Hoffman).
81.   Moralitas sih boleh-boleh saja. Tetapi bagaimana dengan divedenya? (Kaiser Wilhem).
82.   Seseorang akan berjuang lebih keras demi kepentingannya ketimbang demi haknya. (Napoleon Bonaparte).
83.   Mati gara-gara sebuah ide sama saja dengan memberikan harga tinggi kepada Terkaan. (Anatole France).
84.  Setiap orang bodoh yang sok intelijen bisa membuat segalanya lebih besar, lebih rumit, dan lebih keras, dibutuhkan sentuhan seorang jenius dan banyak keberanian untuk bergerak ke arah sebaliknya. (A.E).
85.  Haruslah dianggap bahwa tak ada yang lebih sulit untuk dilaksanakan yang lebih berbahaya untuk ditangani ketimbang menginisiatifkan tatanan baru dari segalanya. (Nicco Madhivelli).
86.   Setelah  pemimpin yang efektif selesai dengan pekerjaannya. Orang mengatakan  itu terjadi dengan sendirinya. (Lao Tze).
87.    Janganlah memberitahu orang-orang bagaimana carannya mengerjakan segalanya, baritahukanlah mereka apa yang harus dikerjakan dan biarkanlah mereka mengejutkan anda dengan hasil-hasilnya. (George Patton).
88.     Pikiran-pikiran yang biasa-biasa saja biasanya mengesampingkan apa pun yang melampaui pemahaman mereka sendiri. (Francos Duce Dela Rochefoucauld).
89.   Sungguh suatu kekeliruan besar untuk berfikir bahwa kesenangan melihat dan mencari bisa ditingkatkan dengan paksaan serta rasa berkewajiban.( A.E).
90.   Manusia takkan mau mendengar sasuatu yang tak dapat di alaminya. ( Freidrich Nietzsche).
91.   Tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menghentikan sebuah ide yang telah tiba saatnya. (Victor Hugo).
92.  Yang Penting Adalah Tidak Berhenti Bertannya. (A.E)
93.     Apa pun yang anda lakukan itu takkan ada artinya, tetapi sangatlah penting bahwa anda melakukannya. (Mahatma Gandhi).
94.  Memilki otak encer itu tidaklah cukup, syarat utamanya adalah cukup, syarat utamanya adalah memamfaatkannya dengan tepat. ( Rene Descarter).
95.  Tidak banyak orang yang melihat dengan matanya sendiri dan merasakan dengan hatinya sendiri. (A.E).
96.   Komputer itu tidak ada gunannya. Mereka hanya memberi anda jawaban. ( Pablo Picasso).
97.   Tuhan tidak main dadu di alam semesta ini. (A.E).
98.   Rasa ingin tahu memilki alasannya sendiri akan keberadaannya. (A.E).
99.     Seorang yang fanatik adalah seorang yang tak dapat mengubah fikirannya dan tidak mau mengubah topiknya ( Winoton Churchili).
100.    Ilmu pengetahuan adalah hal yang mengagumkan kalau kita tidak perlu mencari nafkah disana. (A.E).
101.  Seandainya saya bukan ahli fisika, mungkin saya akan menjadi musisi ( A.E).
102.  Bekerja artinya apa pun yang wajib dilakukan seseorang. Bermain artinya apapun yang tidak wajib dilakukan seseorang ( Mark Twain).
103.    Berilah saya tempat berpijak maka saya akan menggerakan bumi. (Archimedes).
104.  Lebih baik mengetahui sebagian pertanyaan ketimbang mengetahui seluruh jawaban “ ( James Thurber).
105.  Sebuah pensil tumpul bernilai dua pikiran yang tajam. (A.E)
106.  Tidak semua hal yang penting dapat di hitung dan tidak semua hal yang dapat dihitung itu penting. (A.E)
107.      Jika di ukur secara objektif yang dapat direbut oleh manusia dari kebenaran dengan berupaya keras penuh semangat adalah sangat tak terhingga. (A.E).


Mudah-mudahan catatan itu bermampaat untuk memperuncing akal dan menajamkan intuisi kita, tentunya hal itu perlu, learning and teaching  is Never And sampai malaikat Izroil mengajak kita pergi ke alam keabadaain ? Is this True ??.

Yup .. Manusia yang muslim adalah manusia yang paling mulia, kita sang kholifah dimuka bumi ini. Jika  kita tidak belajar  bagaimanakah dengan amanah Tuhan diembankan kepada kita?. Bukankah semuanya kan diminta pertanggung jawabannya kawan?.

Mari semangat belajar dan belajar … mari semangat untuk melakukan pencitraan diri yang posotif dihadapan Tuhan … bukan melakukan pencitraan diri di hadapan manusia. Ingatlah jika di dalam diri kita ada keimanan dan ilmu, maka Allah akan mengangkat derajat kita ..?? Are you deal ??....

Salam Perubahan … Change And MoveMent To be Better …   Allahu Akbar ….. !!!!


Kampus tercinta, Publisitik Thawalib Jakarta,                   pukul 08. 30. 18 Juni 2012.

      (^_*)