MENGEKPLORASI FRAMEWORK TAFSIR
( bagian ke 2 )
Oleh
: Misbahuddin
kita
lanjutin pembahasaan yang terpotong pada edisi kemarin, tentang pengekplorasiaan
framework tafsir Al-Qur’an, mudah-mudahan ello ketagihaan untuk membaca
lanjutan dari tulisan kemarin. Pada edisi sekarang kita akan mengekplorasi bagaimana metode dan tren tafsir al-Qur’an. Elo
mesti tahu bahwa banyak didapati ragam pendekatan ulama-ulama tafsir dalam
menafsirkan ayat-ayat Al - Qur’an.
Tafsir
al-Qur’an memiliki beberapa metode dan tren dalam interpretasinya, diantaranya
sebagai berikut :
1.
Tren
linguistik
Tren
ini patut elo tahu di pandang sebagai tren terlama dalam penafsiran al-Qur’an.
Secara simplenya broww…tern ini terbagi dalam tiga katagori yang saling
berkaitan antara satu dengan yang lainya gak bisa kite pisah-pisahin. Ketiga
katagori tersebut adalah :
a)
Tren Kosa Kata Bahasa
Dalam al-qur’an terdapat banyak kata-kata
asing yang tidak diketahui maknanya
(ghorib). Bahkan diantara sahabat Rasullullah juga ada yang tidak paham arti
beberapa kata dalam al-Qur’an, meskipun mereka adalah bangsa Quraisy arab.
Gw
kasih sample kitab –kitab tafsir yang memfokuskan pada aspek kosa kata
al-qur’an, walaupun gw belom pernah melihat wujudnya, tapi minimalnya tahu
gtu…., seperti yang ditulis oleh muhammad ibn
as-saib al-kalbi al-kufi
(w.146 H), Abu ubaidah
al-qosim ibn salam (w 222 H) .
b)
Tren ilmu nahwu dan
kaidah I’rab.
Para
mufasir yang yang memfokuskan perhatiannya terhadap gramatika al-qur’an
cendrung menjelaskan al-qur’an dengan menggunakan tren ini . kedudukan ilmu
nahwu sangat penting dalam memahami
ayat-ayat al-qur’an. Diantara kitab tafsir yang termashur dalam
metode ini adalah: ma’anil qur’an
yang ditulis oleh ulama nahwu Abu jakariyya
yahya ibn jiyad al fara ‘ ad-Daylami (W 207 H), kitab at-Tibyan fil I’rabil qur’an oleh Abu l-baqa al-Akhbari (W.616 H ).
c)
Tren ilmu balagah dan bayan
Pada tren ini , karya-karya
tafsir memfokuskan dirinya pada keindahan
bahasa dan sastra arab. Diantara kitab
tafsir yang ditulis dalam tren ini adalah : al-kashaf an’ haqoiq at-tanjil oleh
jamaksari, fi dzilali al-qur’an oleh
sayyid Qutb ( w 19966 M ).
2.
Tren Tafsir Bil Ma’tsur
Corak
penafsiran ini adalah corak yang sangat fundamental dalam menafsirkan al-Qur’an
tren ini setidaknya meliputi hal-hal sebagai
berikut :
a)
Menafsirkan suatu ayat dengan ayat lainnya yang nampak lebih
lebih detail perinciaanya. Diantara contohnya adalah
penjelasan nabi tentang ayat “maliki yaumiddien
“ dalam surat
al-Fatihah, ayat ini ditafsirkan dengan QS, al-infitor 18-19 (“tahukah kamu apakah hari pembalasan (yauma idien) itu?,
yaitu hari ketika sesorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolomg orang lain,
dan segala urusannya pada hari itu diserahkan kepada Allah ) dan
masih bnyak lagi broow contoh-contohnya didalam Al-qur’an.
b)
Menafsirkan ayat dengan hadist nabi yang menjelaskannya,
seperti dalam surat al-baqarah : 187 “al khoeth
al abyad wal khoetih aswad” Rasullaah menjelaskannya bahwa
maksud ayat tersebut adalah terangnya siang dan
gelapnya malam.
c)
Menafsirkan ayat dengan perkataan sahabat dan ulama besar dari
kalangan tabiin yang berkaitan dengan penjelasan
ayat, asbabul nujul, dan kepada siapa ayat itu diturunkan.
3.
Tren
Tafsir Bi Ro’yi (Ijtihad)
Syekh
al-bagdadi menjelaakan tentang metode
tren tafsir ini “tren ini lajim disebut
dengan ijtihad dalam menafsirkan Al-Qur’an, dalam hal ini para ulama
ahli tafsir yang bersangkutan memang
mengenal bahasa arab, lafad-lafad yang mereka temukan dalam puisi dan prosa
zaman pra islam dan mengenal adat
istiadat arab serta cara mereka berdialog” . Selain itu mereka
berpegang pada berita–berita yang
dipandang benar mengenai sebab-sebab turunnya ayat-ayat al-Qur’an dan asbabul
nujulnya, berdasarkan sarana-sarana pembantu seperti itu mereka menafsirkan
Al-qur’an menurut pengertian yang
diperoleh dari hasil ijtihadnya masing-masing.
Yang
secara simplenya brow, kita bisa ambil kesimpulan inti bahwa tafsir bil ro’yi
adalah : memahami kalimat-kalimat al-Qur’an dengan jalan memahami maknanya yang ditunjukan oleh pengetahuan bahasa
arab dan peristiwa yang dicatat oleh para ahli tafsir, bukan hanya berpendapat
semaunya sendiri dengan mengandalkan akal murni azza.
4.
Tren
tafsir ilmiah
Diantara kemukjizatan al-Qur’an adalah banyaknya
aspek ilmu pengetahuan, yang terkandung didalamnya. Diantara ayat tersebut ada
yang berkaitan dengan alam semesta, janin manusia, anatomi tubuh, falak
(astronomi) dan sebagainuya. Beberapa pembahasan tentang aspek ilmiah ini dalam al-Qur’an banyak beredar, seprti tafsir
al-ilmi lil ayatil kauniyyah ditulis oleh Hanafi ahmad, Min
isharah al-Ulum fil al-Qur’an al-Karim
ditulis oleh Abdul Aziz sayyid al-ahl.
Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi pemacu
untuk para mahasiswa PUBLISISTIK
THAWALIB lebih
mengelorakan semangat (giroh) dalam
mengekplorasi ilmu-ilmu, terutama
ilmu-ilmu yang berkaitan dengan shaqofah (wawasan) ke agamaan kita yaitu
ilmu al-Islam. Masih banyak ilmu-ilmu yang masih belum terjamah oleh kita, yang
menunggu kita untuk kita ekplorasi, semakin kita mengetahui sesuatu hal, kita
akan semakin menyadari bahwa diri kita tidak tahu apa-apa. . wallahu a’lam
bishowwab.






0 komentar:
Posting Komentar