Tampilkan postingan dengan label Pemikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemikiran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2012

KUmpulan petuah-petuah PARA PEmikir ..



Ø  "Saya mencintai kehidupan, tetapi saya tidak takut akan kematian. Betapapun, sebisa mungkin saya lebih suka meninggal paling belakangan."
Georges Simenon-Pencipta Karakter Detektif Fiksi Inspektur Maigret

Ø  Setiap kita tersenyum kepada seseorang, tindakan tersebut merupakan perwujudan dari kasih, anugerah bagi orang itu, dan sesuatu yang sangat indah."
Bunda Teresa Pelayan Kaum Miskin di Calcuta, India

Ø  "Kata-kata yang baik memiliki daya kreatif, kekuatan yang membangun hal-hal mulia, dan energi yang menyiramkan berkat-berkat kepada dunia."
Lawrence G Lovasik, Motivator dan Konselor Kerohanian Amerika Serikat


Ø  "Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak." Mahatma Gandhi (1869-1948), Pemimpin Besar India

Ø  Begitulah cinta, ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...

Ø  "Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita--kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif." Fyodor Dostoyevsky (1821-1881)

Ø  "Harapan adalah tabir alami untuk menyembunyikan ketelanjangan kebenaran." 
Alfred Bernhard Nobel, Penemu-Ilmuwan Swedia

Ø  "Kecantikan bukan berada pada raut wajah, dia terpancar bagai serunai sinar dari dalam hati." Kahlil Gibran (1883-1931), Pujangga

Ø  "Cinta dan keajaiban memiliki persamaan besar. Keduanya memperkaya jiwa dan mencerahkan hati." Nora Roberts, Novelis Cinta AS

Ø  "Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku." Leo Buscaglia (1924-1998), Sastrawan AS

Ø  "Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku." Leo Buscaglia (1924-1998), Sastrawan AS

Ø  Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan." George S Patton (1885-1945) Jenderal AS di Perang Dunia I dan II

Ø  "Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita--kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif."
Fyodor Dostoyevsky (1821-1881), Novelis Rusia

Ø  "Mencintai artinya berbagi kebahagiaan demi kebahagiaan orang yang kita cintai." GW Von Leibnitz, Matematikawan-Penemu Kalkulus

Ø  "Hampir semua pria memang mampu bertahan menghadapi kesulitan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan."
Abraham Lincoln (1809-1865), Presiden AS ke-19

Ø  "Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Kita tak bisa mengubah sesuatu yang tak bisa dihindari. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah berpegang pada tali yang kita punya. Dan itu adalah perilaku yang benar." Charles R Swindoll, Penulis AS

Ø  "Suatu nasihat dinilai dari hasil, bukan dari niat." Cicero, Filsuf-Negarawan Masa Romawi


Ø  "Hanya ada dua kata yang menuntun Anda pada kesuksesan. Kata-kata itu adalah "ya" dan "tidak." Tidak diragukan, Anda telah sangat ahli untuk berkata "ya." Sekarang, berlatihlah berkata "tidak."Cita-cita Anda bergantung padanya.  Jack Canfield, Penulis Seri Buku Laris Chicken Soup for the Soul

Ø  Tak ada yang menyambut satu Januari dengan apatis. Karena hari tu adalah awal dari semua hari menjelang dengan penuh harapan, suatu momen melepas masa yang telah ditinggalkan." Charles Lamb, Sastrawan Inggris

Ø  "Berbahagialah selalu. Karena itu adalah salah satu cara menjadi bijaksana."Sidonie Gabrielle, Sastrawan Prancis (1873-1954)

Ø  "Bertahan hidup artinya selalu siap untuk berubah; karena perubahan adalah jalan menuju kedewasaan. Dan kedewasaan adalah sikap untuk selalu mengembangkan kualitas pribadi tanpa henti." Henri Bergson, Filsuf Prancis (1859-1941)

Ø  "Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita. Ia selalu membangkitkan daya dan kesinambungan hidup; Ia membuat kita memandang masa depan dan memberi kerangka tentang apa yang belum kita ketahui." Li Ka Shing, Milyuner Hongkong


Ø  "Di masa lalu, pemimpin adalah bos. Namun kini, pemimpin harus menjadi partner bagi mereka yang dipimpin. Pemimpin tak lagi bisa memimpin hanya berdasarkan kekuasaan struktural belaka." Ken Blanchard,Pebisnis-Konsultan

Ø  "Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran." Benjamin Disraeli, Mantan PM Inggris-Novelis

Ø  Jauhilah kebiasaan menggunjing, karena menyebabkan tiga bencana: pertama, doa tak terkabul. Kedua, amal kebaikan tak diterima. Dan ketiga, dosa bertambah(Riwayat Ali bin Abi Thalib)



Ø  "Di tiap jengkal kehidupan, sang hujan memang harus tercurahkan.

Ø  Kadang hari-hari memang harus dilalui dalam selingkup awan kelabu dan kedukaan."
Henry Wadsworth Longfellow, Pujangga AS (1807-1882)

Ø  Kurangnya loyalitas dalam hal apa pun seringkali menjadi salah satu penyebab
utama kegagalan pada perjalanan hidup kita. Napoleon Hill,Sastrawan AS (1883-1970)

Ø  "Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar. Dan, kita semua mampu melakukannya jika berkehendak." Prof Charles Handy, Filsuf

Ø  "Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat."  Anaxagoras, Filsuf Yunani

Ø  "Kadang kala, justru keputusan kecil yang akan mampu merubah hidup kita selamanya." Keri Russell, Aktris "Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian Anda adalah bangun dan bangkit dari tempat tidur." Paul Valery, Pujangga Prancis (1875-1941)

Ø  "Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus.
Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh." Mohandas Gandhi

Ø  "Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban. Namun keajaiban kadang kala
justru hanya sebuah ilusi." Minoo Javan, Selebriti-Penyanyi

Ø  "Perdamaian bukanlah berarti ketidakhadiran peperangan semata; Namun, ia adalah sebuah nilai-setonggak karakter kebaikan, kepercayaan, dan keadilan sejati." Baruch Spinoza, Filsuf (1632-1677)

Ø  "Jika seseorang belum menemukan sesuatu untuk diperjuangkan hingga akhir hayatnya,
maka kehidupannya tidak berharga." Martin Luther King Jr,Aktivis HAM AS

Ø  "Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan." Art Buchwald,Kolumnis Peraih Hadiah Pulitzer

Ø  "Karena bukan di telingaku kau membisik, namun di hatiku.
Karena bukan di bibirku kau mengecup, namun di jiwaku." Judy Garland, Aktris Hollywood (1922-1969)

Ø  "Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian."  Jimi Hendrix, Gitaris Rock AS

Ø  "Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati."
Helen Keller, Penulis Tuna Wicara-Netra AS (1880-1968)

Ø  “Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah. Jadilah bambu yang mampu bertahan
melengkung melawan terpaan angin.” (Bruce Lee, Aktor Laga Kungfu)

Ø  “Bukti tertinggi pencapaian sebuah nilai adalah memiliki kekuasaan
tak terbatas namun tanpa menyalahgunakannya.” (Thomas Babington, Politisi-Sejarahwan)

Ø  Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai kecuali kita dapat berhubungan dengan
Sumber kedamaian yang yang ada di dalam diri kita. Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar,kamu tidak akan pernah menemukannya.
(Maha Guru Ching Hai)

Ø  Pengetahuan ada dua macam :yang telah kita ketahui dengan sendirinya atau
yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapatkan. (George Bernard Shaw)

Ø  Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain,sama saja dengan orang yang memutuskan
jembatan yang harus dilaluinya,karena semua orang perlu di maafkan. (Thomas Fuller)

Ø  Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan.Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.

Ø  Kebebasan itu berasal dari manusia,tidak dari undang-undang atau institusi.(Clarence Darrow)

Ø  Anda belum bisa dibilang kaya sampai Anda memiliki sesuatu yang tidak dapat dibeli uang. (Natalie Portman, aktris)

Ø  Saya tidak mengetahui kunci menuju kesuksesan,tetapi kunci menuju kegagalan
adalah berusaha untuk menyenangkan semua orang. (Natalie Portman, aktris)

Ø  Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab,
mencintai hidup dan pekerjaannya (Kahlil Gibran)

Ø  Uang tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan perasaan sakit dan kebingungan. (Wynona Rider, aktris)

Ø  Bekerja dengan rasa cinta berarti melebur diri dengan jiwa sendiri,diri orang lain juga Tuhan (Kahlil Gibran)

Ø  Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah ‘Ibu’ dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam. (Kahlil Gibran)

Ø  Jika Anda tak dapat memahami teman dalam semua keadaan,maka Anda tak akan pernah dapat memahaminya sampai kapanpun. (Kahlil Gibran)

Ø  Kerja adalah wujud nyata cinta. Jika kita tak dapat bekerja dengan kecintaan namun hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu,lalu duduklah di gerbang rumah ibadah untuk menerima derma dari mereka yang bekerja dengan suka cita (Kahlil Gibran)


Ø  Selalu ada keindahan dalam setiap masalah.Itu adalah salah satu cara kita belajar
Kecantikan bukan di wajah,melainkan cahaya yang keluar dari dalam hati. (Kahlil Gibran)

Ø  Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.(Benjamin Franklin)

Ø  Kalau rumput dapat tumbuh melalui semen,cinta dapat ditemukan setiap saat  dalam hidup Anda. (Cher)

Ø  Pada saat-saat tertentu,seringkali sebaiknya kita bergantung pada intuisi.(Natalie Portman, aktris)

Ø  Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati, satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar (Khalil Gibran)

Ø  Kesatuan dan kesederhanaan adalah dua sumber kecantikan sejati.
(Johann Joachim Winckelmann)

Ø  Rasa sakit akan memudar,tetapi kecantikan sejati akan abadi (Pierre Auguste Renoir)

Ø  Cinta sejati tidak datang kepadamu,tetapi harus datang dari dalam dirimu. 
(Julia Roberts, aktris)
Ø  Anda tidak akan pernah salah selama selalu berpegang pada kebenaran.
(Sharon Stone, aktris)

Ø  "Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima."
Ivan Panin, Matematikawan Rusia (1855-1942)

Ø  "Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian." Henry Van Dyke, Pujangga AS

Ø  "Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup."
Tony Buzan, Penemu Metode Mind Mapping

Ø  Cinta monyet: "Aku mencintai karena aku dicintai".
Cinta sejati: "Aku dicintai karena aku mencintai."
Cinta monyet: "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu."
Cinta sejati: "Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu."
Erich Fromm, Pakar Sosiologis-Psikologi Sosial Filsuf Humanis

Ø  "Di tiap musibah yang menimpa Anda, ingatlah untuk bercermin
dan bertanya tentang daya apa yang bisa Anda upayakan guna menarik
pelajaran positif dari kejadian itu." (Epictetus, Filsuf Yunani)

Ø  "Dunia bergerak begitu cepat sekarang. Saat seseorang berkata sesuatu tak bisa dilakukan, sesungguhnya dia sudah diinterupsi orang yang telah dapat melakukannya." Elbert Hubbard (1856-1915), penulis, penerbit, filsuf AS


Menyingkap Tabir TUHAN


Menyingkap Tabir TUHAN
 ( Bagian Pertama )
               
Tuhan dari jaman dulu sampai sekarang menjadi perbincangan yang selalu up to date. tetapi apalah arti memperbincangkan tuhan dengan akal semata. pasti tidak akan jelas junturangannya, karena hal itu persifat spekulatif. memperbincangkan tuhan dengan akal semata seperti menghitung berat gunung dengan timbangan emas.
            
kita hanya bisa mengenal tuhan dengan apa yang tuhan sendiri jelaskan tentang dirinya, atau melalu lisan utusannya yang Dia angkat menjadi nabi atau Rasul.  maka agar ekplorasi pencarian tuhan  tidak menjadi “ sesat “ dan meyesatkan. maka haruslah Al-Qur’an dan As-sunnah yang  dijadikan sebuah patokan untuk membongkar Alam ketuhahan yang dikolaborasikan dengan anlisi akal.
            
Kenapa kita tidak memakai pendekatan firman tuhan yang lain seperti Injil, zabur, Taurat. untuk mengekplorasi alam Ketuahanan. jawabannya sangatlah simple, pertama agama-agama yang yahudi dan nasroni sekarang sudah melenceng jauh dari konsep keimanan yang benar. kita tidak berbicara dulu dalil. kita bongkar  sejarah terlebih dahulu, muntuk mencari secercah bukti outentik. seorang pemikir barat, Richard Elliot Friedman, dalam bukunya, Who Wrote The Bible. Dia menulis kitab ini (Bible ) masih merupakan misteri siapakah yang menulis kitab itu sebenarnya. ketidak jelasan kitab bible sebagai firman tuhan dipertanyakan dan dihujat. lebih jelas baca majalah islamia Thn 1, No 1 Muharram 1425 / maret 2004. so ... kitab Al-Qur’an adalah sala-satu jalan selamat untuk “ menemukan “ Tuhan “.  sehingga tidaklah salah sabda Rasulullah “ Seseungguhnya aku telah meninggalkan dua hal, yang jika kalian berpegang kepadanya maka kalian tidak akan sesat selamanya “.

Napak Tilas Pencarian Tuhanya Nabi Ibrahim
            

Dalam surat Al An’am (6):75-79-  dikisahkan bagaimana Nabi Ibrahim berekplorasi dan berfikir kritis, merenung untuk mencari  Tuhan yang Haq untuk disembah.
            
“ Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (kami yang terdapat) dilangit dan dibumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
            
Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata “Aku tidak suka kepada yang terbenam”
            
Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata “Inilah Tuhanku” tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”
            
Kemudian ketika dia melihat matahari terbit dia berkata “Inilah Tuhanku, ini lebih besar”. Tetapi ketika matahari terbenam dia berkata “Wahai kaumku! Sungguh aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan”
            
Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang yang musyrik “

Allah  Dzat Yang Maha Kuasa
            
´dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang aku, maka katakanlah sesungguhnya aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia berdo’a kepadaku. hendaklah mereka itu memenuhi (perintahku) dan beriman kepadaku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Al-Baqoroh : 186)
           
demikianlah karena sesungguhnya Allah, dialah tuhan yang sebenarnya. dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, dialah yang maha tinggi dan maha besar (Luqman : 30 )
            
penyembahan terhadap roh-roh nenek moyang dan segala simbol yang dikultuskan ; pohon keramat, batu cicin. pengkultusan seoarang habib atau kiyai , mengagnggap dia maksum ( terjaga dari keslahan ). dan contoh-contoh yang lainnya. adalah penyimpangan terhadap konsep iman. ketika pohon-pohon dipuja, batu keramat dikasih sesaji itu merupakan sebuah kemusyrikan. kenapa kita tidak menggantungkan harap dan meminta itu kepada Allah semata?. yang jelas-jelas pencipta Alam semesta dan segala apa yang ada dijagad raya ini.

_Ad-Dhiru wa Batinu_ ( Maha Jelas dan Maha Tersembunyi )
            
Tuhan dialah yang maha dhohir ( maha Nampak ) tetapi juga Dia adalah maha Bathin ( maha tersembunyi). untuk memahami makna ini, saya cantumkan  pendapat seorang ahli tasauf terkemuka Mula Sadra, Ketesembunyian Ia karena kejelasaannya yang amat jelas. dan kejelasannya yang amat jelas adalah karena ketersembunyianya “.  secara sederha. Allah tidak mungkin kita lihat.  tetapi keberdaanNYA begitu jelas dan nampak bagi manusia yang menggunakan ketajaman akal dan ketajaman hatinya.  Tafakur  dan tadabur merupakan sebuah “ wasilah “ pelantara yang bisa menghubungkan hati kita kepada Tuhan. lihatlah alam yang begitu indah dan tertata dengan apik. akal yang benar  dan hati yang jernih pasti akan berkesimpulan ada “ sesuatu yang maha agung “ yang mengatur alam ini.  Tuhan begitu jelas keberadaannya. jika kita berfikir tentang diri dan tentang hakikat alam.
           
“ dan milik Allah timur dan barat. Kemana pun kamu menghadap disanalah wajah Allah. Seseungguhnya  Allah maha luas, dan maha mengetahui “ ( Al-Baqoroh : 115 )
            
“ kemudian mereka ( Hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum  (pada hari itu ) ada padanya. Dan dialah pembuat perhitungan yang paling cepat. ( Al-An’am : 62)
            
“ semua wajah tertunduk, dihadapan Allah yang hidup dan berdiri sendiri, sungguh rugi orang-orang yang melakukan kedholiman”  ( Taha : 111).

Tuhan Selain Allah adalah Batil
           
“ demikianlah, karena sesungguhnya Allah. Dialah sebenarnya  dan apa saja yang merak seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah yang maha tinggi dan maha besar “ ( Al-Luqman : 30 )
            
“ Turunnya Al-Qur’an  itu tidak ada keraguan padanya. yaitu dari Tuhan seluruh Allah”. (As-sajdah : 2 )
           
“ Allah yang maha esa, Dia tempat bergantung “ ( Al-Ikhlas : 2 )
           
Jika kita meresapi ayat-ayat diatas, sungguh kesadaran kita tergugah, tujuan hidup kita jelas. tetapi sadar saja tidak cukup. kesadaran harus dijaga dengan amalan-amalan yang Istiqomah dan Ikhlas. The End        

Selasa, 17 Juli 2012

Jihad Nafsu dan Kebangkitan

Jihad Nafsu dan Kebangkitan

Rasulullah SAW bersabda: “Al-Mujahid man jahada nafsahu fi-Allah ‘Azza wa-Jalla”. (Mujahid adalah seseorang yang melakukan jihad melawan hawa nafsunya di jalan Allah). Al-Iraqiy menyatakan, bahwa hadis ini sahih, dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. (Muhammad bin Muhammad al-Husayniy al-Zabidiy, Ithaf al-Sadah al-Muttaqin bi al-Sharh Ihya’ ‘Ulum al-Din, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah), hal. 397, 657).

Dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin, bab al-Amr bi al-Ma‘ruf wa an-nahyu ‘an al-Munkar. Imam al-Ghazali menyebutkan sejumlah hadis atau atsar tentang jihad. Dalam bab ini, al-Ghazali juga menekankan, bahwa aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar, adalah yang menentukan hidup-matinya umat Islam.

Tetapi, yang menarik, saat berkecamuknya Perang Salib, dalam IÍya’, al-Ghazali sangat menekankan pentingnya jihad an-nafs, merujuk kepada sejumlah hadis Rasulullah SAW. Tentu tidak dapat dikatakan bahwa al-Ghazali tidak mengetahui arti jihad sebagai perang. Sebab, dalam karya-karyanya yang lain, al-Ghazali telah banyak menjelaskan makna jihad dalam arti perang, seperti dalam al-Wajiz fi Fiqh Madzhab al-Imam as-Shafi‘iy.

Ini dapat disimpulkan bahwa sebagai pakar fiqh, al-Ghazali sangat memahami kewajiban jihad, dan ia telah banyak menulis tentang hal ini. Menurut ulama ash-Syafi‘iyyah, jihad adalah perang melawan kaum kafir untuk menolong Islam. (huwa qital al-kuffar li nushrah al-Islam.

(Wahbah al-Zuhayliy, al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu, , 8:5846).
Mengutip hadith Rasulullah saw, “Jahidul mushrikina bi-amwalikum wa-anfusikum wa alsinatikum”, Wahbah al-Zuhayliy menyebutkan definisi jihad: “badhl al-wus‘i wa-al-thaqati fi qital al-kuffari wa mudafi‘atihim bi al-nafsi wa al-mali wa al-lisani.” (Jihad adalah mengerahkan segenap kemampuan untuk memerangi kaum kafir dan berjuang melawan mereka dengan jiwa, harta, dan lisan mereka).

Dalam Ihya’ Ulumiddin, al-Ghazali menjelaskan hampir seluruh aspek kehidupan manusia dalam perspektif Islam. Ia menulis begitu banyak topik, seperti masalah ilmu, ibadah, etika sosial, hal-hal yang merusak (al-muhlikat), dan juga yang menyelamatkan (al-munjiyat). Metode al-Ghazali dalam menulis IÍya’ adalah asing dibandingkan dengan banyak buku pada waktu itu. Dengan menganalisis Ihya’, dapat disimpulkan bahwa buku ini disiapkan al-Ghazali untuk melakukan reformasi intelektual dan moral kaum Muslim dalam perspektif yang lebih luas dari sekedar masalah Perang Salib ketika itu. (Lihat, Dr. Majid Irsan Kailani Hakadza Dhahara Jilu Shalahuddin wa Hakadza ‘Adat al-Quds).

Salah satu tahap penting dari perjalanan al-Ghazali adalah kunjungannya ke Damaskus dan Jerusalem, dimana pasukan Salib sukses menaklukkan sebagian wilayah Syria dua tahun sesudah itu. Kunjungan al-Ghazali ke Damaskus sangat penting ditelaah sebab berkaitan dengan penulisan buku Kitab al-Jihad pada awal periode Perang Salib, yang ditulis ‘Ali b. Thahir al-Sulami an-Nahwi (1039-1106), seorang imam bermazhab Shafi‘i dari Damaskus. Ia adalah seorang yang aktif menggalang jihad melawan pasukan Salib melalui pertemuan-pertemuan umum pada 1105 (498 H), enam tahun setelah penaklukan Jerusalem oleh pasukan Salib. Adalah sangat mungkin al-Sulami bertemu dengan al-Ghazali di Masjid Ummayad, sebab Ali al-Sulami adalah imam di Masjid tersebut dan al-Ghazali juga sempat tinggal di tempat yang sama pada awal-awal periode Perang Salib. (Nikita Elisseef, “The Reaction of the Syrian Muslim after the Foundation of the First Latin Kingdom of Jerusalem”, dalam Maya Shatzmiller (ed), “Crusaders&Muslims in Twelfth-Century Syria”, (Leiden: E.J. Brill, 1993), 163. W. Montgomery Watt, Muslim Intellectual, 144).

Dalam Kitabnya itu, Ali al-Sulami mencatat, bahwa satu-satunya solusi yang dapat menyelamatkan wilayah-wilayah Muslim, adalah menyeru kaum Muslim kepada jihad. Ada dua kondisi yang harus disiapkan sebelumnya. Pertama, “reformasi moral” untuk mengakhiri “degradasi spiritual” kaum Muslim ketika itu. Invasi pasukan Salib harus dilihat sebagai hukuman Allah, sebagai peringatan agar kaum Muslim bersatu. Kekalahan Muslim, menurut al-Sulami, adalah sebagai hukuman Allah atas kealpaan menjalankan kewajiban agama, dan di atas semua itu, adalah kealpaan menjalankan jihad. Tahap kedua, penggalangan kekuatan Islam untuk mengakhiri kelemahan kaum Muslim yang telah memungkinkan pasukan Salib menguasai negeri-negeri Islam. Dalam kitabnya, al-Sulami menyebutkan dengan jelas tentang situasi saat itu dan stretagi untuk mengalahkan pasukan Salib. (Nikita Elisseef, The Reaction, hal. 164; Carole Hillenbrand, The Crusades: Islamic Perspectives, hal. 107).

Konsep al-Sulami dalam melawan pasukan Salib berupa “reformasi moral” dari al-Ghazali’s memainkan peran penting. Sebab, menurut al-Sulami, melakukan jihad melawan pasukan Salib akan hampa jika tidak didahului dengan the greater jihad (al-jihad al-akbar). Ia juga mengimbau agar pemimpin-pemimpin Muslim memimpin jalan ini. Dengan demikian, perjuangan melawan hawa nafsu, adalah prasyarat mutlak sebelum melakukan perang melawan pasukan Salib (Franks). (Ibid).

Peran al-Ghazali dalam membangun moral kaum Muslim disebutkan oleh Elisseef. Bahwa, kelemahan spiritual di kalangan Muslim pada awal Perang Salib ditekankan oleh al-Ghazali, yang ketika itu mengajar di Damaskus. Al-Ghazali menekankan jihad melawan hawa nafsu, melawan kejahatan, di atas jihad melawan musuh. Tujuannya adalah untuk membantu kaum Muslim mereformasi jiwa mereka. ((The spiritual laxness existing in Islam on the eve of the Crusades was underlined by al-Ghazali, in 1096. The illustrious philosopher who, at the time, was teaching in Damascus, emphasized the priority of jihad of the soul, the jihad al-akbar (the major jihad) – struggle against evil – over the jihad al-asghar (the minor jihad), i.e. the struggle against infidel. His aim was to help the Muslim rediscover his soul. At this time, it was necessary to effect the reform of morals and beliefs and to create ways of combating the various heterodoxies existing in the very bosom of Islam). (Nikita Elisseef, The Reaction, hal. 164).

Jadi, dalam perjuagan Islam, jihad melawan hawa nafsu memegang peran yang sangat mendasar dalam proses kebangkitan dan meraih kemenangan. Orang-orang yang tunduk kepada nafsunya, lalu menjadi gila dunia, gila harta, dan kedudukan, tidak mungkin bisa diajak berjihad melawan musuh secara fisik. Carole Hillenbrand mencatat keberhasilan konsep jihad melawan hawa nafsu dari Pahlawan Islam, Nuruddin Zanki: “Konsep tentang perjuangan jiwa, yakni jihad akbar, telah dikembangkan dengan baik di masa Perang Salib, dan berbagai diskusi tentang jihad pada masa itu senantiasa memperhitungkan dimensi spiritual, dimana tanpa itu maka perjuangan militer akan menjadi hampa atau tanpa fondasi. Tokoh sufi abad ke-12, Ammar al-Bidlisi menyatakan bahwa jihad akbar adalah memaklumkan hawa nafsu manusia sebagai musuh terbesar yang harus diperangi. Abu Shama menggambarkan Nur al-Din dalam ungkapan: Ia menjalankan jihad-ganda, melawan musuh dan melawan hawa nafsunya sendiri.” (Carole Hillenbrand, The Crusades: Islamic Perspectives, (Edinburg:Edinburg University Press, Ltd., 1999), hal. 161).Wallahu a’lam bish-shawab. (***)

http://insistnet.com/index.php?option=com_content&view=article&id=352%3Ajihad-nafsu-dan-kebangkitan&catid=1%3Aadian-husaini

Kamis, 28 Juni 2012

Renungan Filosof


Filosof Berkata

Phytagoras
1)       Phytagoras berkata,”jika engkau ingin hidup senang ,mka hendaklah engkau rela di anggap sebgai tidak berakal atau di anggap orang bodoh”.

2)       Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu.

3)       Phytagoras berkata,”jangan sekali-kali percaya paada kasih saying yang datang tiba-tiba,karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula”.

4)       Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidaka akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok.

Plato

1)       Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja.

2)       Janganlah engkau berteman dengan orang jahat karena sifatmu akan mencuri sifatnya tanpa engkau sadari.

3)       Plato berkata ,”Orang yang berilmu mengetahui orang yang bodoh karena dia pernah bodoh,sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang berilmu karena dia tidak pernah berilmu”.

4)       Budi pekerti yang tinggi adalah rasa malu terhadap diri sendiri.

5)       Plato di Tanya ,”Bagaimana caranya agar seseorang biasa hidup dengan tenang?”. Dia menjawab ,” Jika orang itutidak melakukan kejahatanh dan tidak beredihh akan sesuatu yang di alaminya,maka dia tentu akan merasa tenang”.

6)       Kerendahan seseorang di ketahui melalui dua hal : banyak berbicara tentang hal-hal yang tidak berguna,dan bercerita padahal tidak di tanya.

7)       Jangan terlalu banyak mengenal orang .sebab, kalian lebih sering di sakiti oleh orang yang kalian kenal,sedangkan orang yang tidak kalian kenal nyaris tidak dapat menyakiti kalian.

8)       Cinta adalah gerak jiwa yang kosong tanpa pikiran.

Thales

1)       “orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran teguran keras baginya lenbut daripada sanjungan merdu dari penjilat yang berlebih-lebihan”

2)       “apabila kamu menasihati orang yang bersalah maka berlemah lembutlah agar dia tidak merasa di telanjangi”

3)       “orang yang secara sembunyi-sembunyi melakukan suatu perbuatan yang tidak di llakukan secara terang-terangan,ia tidak berharga di hadapan dirinya”




Socrates
1)       Seseorang menampar pipi Socrates,lalu pada bekas tamparan itu Socrates menulis “Seseorang telah menamparku ini balasan dariku”.

2)       Socrates di cela karena makan terlalu sedikit, maka di menjawab,“aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”.

3)       Socrates di cela karena di tidak banyak bicara, dia menjawab,”Allah Taala telah menciptakan dua telinga dan satu lidah untukku agar aku banyak mendengar daripada berbicara,tetapi kalian lebih banyak bicara daripada mendengar”.

4)       Setelah berusia tua,Socrates,belajar musik. Lalu ada orang berkata padanya,” apakah engkau tidak malu belajar di usia tua?”. Dia menjawab,” Aku merasa lebih malu menjadi orang yang bodoh di usia tua”.

5)       Socrates berkata,”Cobalah dulu,baru cerita. Pahamilah dulu,baru menjawab. Pikirlah dulu,baru berkata.Dengarlah dulu,baru beri penilaian .Bekerjalah dulu,baru berharap.

6)       Socrates berkata ,” kesedihan membuat akal terpana dan tidak berdaya.jika anda tertimpa kesedihan, terimalah dia dengan keteguhan hati dan berdayakanlah akal untuk mencari jalan keluar”.

7)       Janganlah engaku menceritakan isi jiwamu kepada oarng lain,karena sungguh jelek orang yang menaruh hartanya di rumah dan memerkan isinya.

8)       Kesejahteraaan memberikan peringatan,sedangkan bencana memberi nasihat.

9)       Jangan mengomentari kesalahan orang lain, karena orang itu akan mengambil manfaat dari ilmumu lalu di menjadi musuhmu