Sabtu, 02 Maret 2013

Ayo ....!!!!, ' Bermaksiat '

Seorang laki-laki menghadap Ibrahim bin Adham. Beliau termasuk salah satu dokter hati. Lelaki tersebut berkata kepadanya, “Sungguh, saya telah menjerumuskan diri saya dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, tolong berikan saya resep untuk mencegahnya.” Ibrahim bin Adham berkata kepadanya, “Jika engkau mampu melakukan lima hal, engkau tidak akan menjadi ahli maksiat.” Lelaki tersebut berkata – Dia sangat penasaran untuk mendengarkan nasihatnya, “Tolong ungkapkan apa yang ada di benak Anda wahai Ibrahim bin Adham!”

Ibrahim bin Adham berkata,

“Pertama, ketika engkau hendak berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka janganlah engkau makan sedikit pun dari rezeki Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Lelaki tersebut heran kemudian dia bertanya, “bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim. Padahal semua rezeki berasal dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Ibrahim berkata, “Jika engkau telah menyadari hal itu, maka apakah pantas engkau makan rezeki-Nya padahal engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang kedua, wahai Ibrahim!”

“Kedua, jika engkau hendak berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka janganlah engkau tinggal di bumi-Nya.” Lelaki tersebut terheran-heran melebihi yang pertama, kemudian dia berkata, “Bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim? Padahal setiap bagian bumi ini milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Ibrahim menjelaskan kepadanya, “Jika engkau telah menyadari hal itu, maka apakah pantas engkau tinggal di bumi-Nya padahal engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang ketiga, wahai Ibrahim!”

Ibrahim bin Adham berkata,

“Ketiga, jika engkau hendak berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka carilah tempat di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak dapat melihatmu, lalu berbuatlah maksiat di tempat itu!” Lelaki tersebut berkata, “Bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim? Padahal Allah Maha Mengetahui hal-hal rahasia (Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi). Dia dapat mendengar merayapnya semut pada batu besar yang keras di malam yang gelap.” Ibrahim menjelaskan kepadanya, “Jika engkau telah menyadari hal itu, maka apakah pantas engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang keempat, wahai Ibrahim!”

Ibrahim bin Adham berkata,

“Keempat, jika malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu, maka katakanlh padanya, ‘Tundalah kematianku sampai waktu tertentu!’ Lelaki tersebut bertanya, “Bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-Araf: 34)

Ibrahim bin Adham menjeaskan kepadanya, “Jika engkau telah menyadari hal itu, lantas mengapa engkau masih mengharap keselamatan?” Dia menjawab, “Iya. Lalu apa yang kelima wahai Ibrahim?”

Ibrahim bin Adham berkata,

“Kelima, apabila malaikat Zabaniyah – mereka adalah malaikat penjaga – mendatangimu untuk menyeretmu ke neraka Jahannam, maka janganlah engkau ikut mereka. Belum sampai lelaki ini mendengarkan nasihat yang kelima, dia berkata sambil menangis, “Cukup, Ibrahim. Saya memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya. Akhirnya dia senantiasa beribadah sampai meninggal dunia.”

Kamis, 28 Februari 2013

4 Tips Mengatasi Kebosanan Disaat Bekerja

Menyelesaikan pekerjaan sama setiap hari memang dapat menimbulkan kejenuhan dalam bekerja. Akibatnya, semangat kerja menurun. Dan, Anda pun tak punya motivasi untuk menuntaskan pekerjaan yang dibebankan perusahaan.

Saat rasa bosan di kantor melanda Anda, jangan didiamkan. Buat diri Anda bersemangat dan termotivasi untuk kembali bekerja. Bagaimana membangkitkan motivasi kerja?

Semangat dan motivasi ada dalam diri seseorang karena dipengaruhi faktor intern dan ekstern, seperti masalah dalam keluarga, sikap dan kebijakan pimpinan yang tidak kondusif, penyakit yang sedang Anda derita, keinginan untuk naik jabatan, atau tergiur bonus yang dijanjikan perusahaan.

Jika tak ada hal negatif pada faktor intern dan ekstern yang membuat suasana hati Anda merosot, semangat dan motivasi seperti bara yang dikipasi, dan memunculkan api yang berkobar-kobar.

Sebaliknya, sedikit saja ada hal negaitf pada kedua faktor tersebut, semangat dapat padam seketika.

Nah, agar Anda tidak ditegur pimpinan, diberi surat peringatan (SP), atau bahkan dipecat perusahaan karena loyo dan dianggap tidak berguna, berikut tipsnya.

1. Pertahankan professionalisme

Perusahaan dan keluarga merupakan dua tempat berbeda dengan kebutuhan dan kepentingan yang berbeda pula, meski Anda hidup di lingkungan keduanya. Pisahkan dunia kerja Anda dengan kehidupan rumah tangga dan keluarga.

Jangan pernah membawa-bawa masalah rumah tangga dan keluarga ke tempat kerja. Dengan cara ini, mood Anda untuk menghadapi pekerjaan, tidak terganggu. Semangat dan motivasi pun utuh, tidak berkurang. Apalagi lenyap.

2. Jangan lupakan tujuan bekerja

Ketika Anda mengirim lamaran pekerjaan, cemas menunggu panggilan, berjuang keras ‘mengalahkan’ pelamar lain saat sesi wawancara, dan akhirnya mulai mengerjakan tugas yang diembankan perusahaan, apa tujuan yang ingin Anda capai dengan semua perjuangan itu?

Penghasilan yang baik agar dapat memenuhi semua kebutuhan, dan dapat hidup nyaman serta terhormat bersama orangtua, istri, dan anak-anak?

Jangan sia-siakan perjuangan itu. Jika saat ini Anda mempunyai masalah dengan perusahaan, cari jalan keluarnya, tapi jangan kendorkan semangat dan motivasi kerja Anda. Jika kinerja Anda merosot, bahkan hingga di bawah standar, percayalah, Anda justru akan menghadapi masalah yang lebih besar, karena bisa saja Anda dipecat dengan tidak hormat.

3. Berpikir positif

Hidup ini penuh dengan masalah. Ini tak dapat diingkari. Sebuah organisasi bernama perusahaan pun pasti begitu. Apalagi karena organisasi ini memiliki begitu banyak karyawan dan aset yang harus dikelola dan dikembangkan dengan baik. Maka berpikirlah positif terhadap perusahaan Anda. Meski Anda tahu ada yang negatif di perusahaan itu, tetap lihat saja sisi positifnya. Ini membantu Anda untuk tetap bersemangat dalam bekerja.

4. Jaga komunikasi

Tak dapat dipungkiri, kebijakan perusahaan dan sikap pimpinan dapat menjadi salah satu faktor yang menurunkan mood karyawan untuk bekerja. Jaga komunikasi untuk mencari solusinya. Jika tidak bisa menghadapi pimpinan atau perusahaan seorang diri, ajak teman senasib untuk menghadapinya. Ruang komunikasi seringkali efektif untuk menyelesaikan masalah, karena umumnya perusahaan tak ingin terjadi gejolak di dalam tubuhnya.

Rabu, 27 Februari 2013

10 MOTIVATOR TERBAIK DI INDONESIA

10 MOTIVATOR TERBAIK DI INDONESIA

2. Mario Teguh
3. Andrie Wongso
4. Tung Desem Waringin
5. Krisnamurti
6. Bong Chandra
7. James Gwee
8. Gede Prama
9. Hermawan Kartajaya
10. Christian Andrianto

Kok nomor 1 tidak ada?

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

1. Diri Anda Sendiri

Motivator terbaik untuk anda adalah diri anda sendiri. Tidak ada yang dapat mengubah hidup anda selain diri anda sendiri. Kita semua terlahir sebagai seorang pemenang. Dari jutaan sel sperma, kitalah yang terpilih untuk lahir. Motivator dari nomor 2 sampai 10 hanyalah pemacu semangat kita. Karena walaupun kita mengikuti jutaan seminarpun, tapi dalam diri kita belum ada niat untuk berubah sama saja dengan nol. Anda, saya, dan kita semua adalah juara!

Sering kita dengar musuh terbesar adalah diri kita sendiri, itu benar! Kalahkan diri anda sendiri, baru anda bisa mencapai tangga yang lebih tinggi. Tidak ada kata terlambat untuk berubah!

6 Kekuatan Dahsyat Dalam Diri Manusia


1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai.

Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya.

Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan.

Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita.

Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan.

Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik.

Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita.

Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya.

Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini.

Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.


sumber: beritaunik.net

Kamis, 24 Januari 2013

CATATAN HIDUP DAHLAN ISKAN



Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang DEKAT dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada AIR MATA

Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

Tetap Semangat ….
Tetap Sabar ….
Tetap Tersenyum ...
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”.
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA Memang setiap diri kita terkadang ingin serba instan, menggapai sesuatu ingin dengan cepat, tanpa mau bekerja keras, Padahal setiap keberhasilan akan selalu ada hambatan, tantangan, kendala bahkan air mata dan pengorbanan. Ini semua harus disikapi dengan kerja keras, ketekunan, kesabaran, pantang menyerah dan ketangguhan untuk hasil yang lebih baik.

Kalaupun memang kita sudah bekerja keras, tekun, tangguh, sabar, ikhtiar yang maksimal dan disertai do’a, namun di mata masih terlihat gagal, tapi yakinlah di hadapan Allah tidak ada yang sia-sia.

Rabu, 23 Januari 2013

The Blessing of Love



Sejak semula tidak pernah sekali pun saya meminta imbalan. Saya rindu melayani kaum miskin hanya dengan kasih kepada Allah. Saya ingin kaum miskin menerima dengan cuma-cuma apa yang kaum berpunya dapat dengan uang mereka (Mother Teresa)

Kasih yang tulus tidak pernah menilai hasilnya, melainkan hanya memberi (Mother Teresa)

Kita mengabarkan kepada orang-orang tentang betapa baiknya, betapa maha pengampun, betapa penuh pengertiannya Allah, tetapi apakah kita sudah menjadi bukti yang nyata?
Dapatkah mereka sungguh-sungguh melihat kebaikan, pengampunan, pengertian tersebut ada dalam hidup/diri kita? (Mother Teresa)

Mereka yang tidak diinginkan dan tidak dicintai ...mereka yang berjalan di dalam dunia tanpa ada satu pun yang memperhatikan.
Pernahkah kita pergi untuk menemui mereka? Pernahkah kita mengenal mereka? Pernahkah kita mencoba untuk menemukan mereka? (Mother Teresa)

Mengasihi harus menjadi perbuatan yang sedemikian biasa bagi kita sebagaimana hidup dan bernafas, hari demi hari sampai ajal menjelang (Mother Teresa)

Satu hal yang saya minta dari Anda: jangan pernah takut untuk memberi, tetapi jangan memberi dari kelebihan Anda. Berikan dimana hal itu sukar bagi Anda (Mother Teresa)

Berdoalah dengan keindahan doa anak kecil, dengan hasrat yang paling dalam untuk mengasihi dengan sungguh-sungguh dan untuk menyatakan kasih kepada orang yang tidak dikasih (Mother Teresa)

Kita tidak dapat menempatkan diri kita langsung di hadirat Allah tanpa membuat jiwa dan raga kita sepenuhnya berdiam diri (Mother Teresa)
  • Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud tersembunyi di balik perbuatan baik yang engkau lakukan itu. Tetapi tetaplah berbuat baik.
  • Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan teman-temanmu iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.
  • Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.
  • Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun.
  • Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi tetaplah berbahagia.
  • Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik (Mother Teresa)
Berikan yang terbaik dari apa yang engkau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang engkau lakukan. Percayalah bahwa mata TUHAN tertuju pada orang-orang yang jujur dan DIA melihat ketulusan hatimu (Mother Teresa)

  • Hidup adalah kesempatan, manfaatkanlah.
  • Hidup adalah keindahan, kagumilah.
  • Hidup adalah kebahagiaan, nikmatilah.
  • Hidup adalah mimpi, sadarlah.
  • Hidup adalah tantangan, hadapilah.
  • Hidup adalah kewajiban, selesaikanlah.
  • Hidup adalah permainan, mainkanlah.
  • Hidup adalah sebuah janji, penuhilah.
  • Hidup adalah penderitaan, atasilah.
  • Hidup adalah kidung, nyanyikanlah.
  • Hidup adalah perjuangan, terimalah.
  • Hidup adalah tragedi, berjuanglah.
  • Hidup adalah petualangan, beranilah.
  • Hidup adalah keberuntungan, lakukanlah.
  • Hidup terlalu berharga, jangan dihancurkan.
  • Hidup adalah hidup, berjuanglah untuknya! (Mother Teresa)

Minggu, 13 Januari 2013

Frame Work As-Sunnah Dalam Menginterpretasikan Al-Qur’an


Oleh : Misbahuddin

            Al-Qur’an dan as-sunnah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, Al_qur’an dan As-Sunnah merupakan sebuah konsep terpadu untuk hidup dan kehidupan. sebuah aturan yang saling melengkapi. Tidak bisa kita berislam hanya dengan mengamalkan Al-Qur’an saja dengan meninggalkan as-sunnah. atau sebalinya.  hal  tercermin dalam Sabda Rasulullah.

             “Telah kutinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)

            Al-Qur’an membutuhkan interpretasi ( penjelasan ) as-sunnah dalam beberapa aspek.  bagaimanakah frame work  atau metodologi yang digunakan As-Sunnah dalam ‘ mendampingi’  Al-qur’an sebagai undang-undang kehidupan ( The Law of Life ). Di dalam Kitab Tafsir Wal Mufasiruun, Imam ad-dahabi menjelaskan metodologi As-sunnah dalam menginterpretasikan Al-Qur’an.

            Metodologi pertama, As-sunnah menjelaskan kemujmalan dari ayat Al-qur’an,  menjelaskan ayat-ayat yang masih samar ( musykil ), mengkhususkan dari ayat Al-Qur’an yang umum. dan mentaqyid dari ayat-ayat Al-Qur’an yang Mutlaq.

            Dari metodologi pendekatan ( Approach Metode ) yang digunakan as-sunnah dalam metodologi yang pertama ini, menghasilakan empat ‘  cabang ‘metodologi yaitu
1.       Menjelaskan kaifiyat / sifat.

            Didalam Al_qur’an tidak dijelaskan kapankah waktu-waktu sholat itu, maka As-sunnah sebagai ‘ pendamping ‘ menjelaskan hal tersebut, termasuk bilangan rokaat, kaifiyaatnya.
           
           
صَلوُّا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَليِّ

"Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat" (HSR. Al-Bukhori).

            Contoh yang lain, Al-Qur’an menjelaskan perintah zakat, tetapi tidak menjelaskan ukuran-ukuran zakat, waktu-waktu untuk mengeluarkan zakat dan macam-macam  jenis yang harus dizakati. maka disinilah As-sunnah berperang penting dalam memberikan kejelaskan kepada manusia. sehingga aturan-aturan Islam tidak dipahami secara parsial.

2.       Menjelaskan Tafsir Dari Al-Qur’an

 وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

            Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. ( QS.Al-Baqoroh : 187 )

            Kalimat  dalam ayat tersebut, “makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam “ ditafsirkan oleh As-sunnah adalah. “ makan dan minumlah sehingga terang atau jelas cerahnya siang dari malam “.

3.        Mengkhusukan Ayat Al-Qur’an

 الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

            Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedholiman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Al-an’am : 82 )

            sebagian sahabat memahami kata ‘ dholil ‘ di QS. Al-An’am ayat 82 diatas secara umum,  termasuk perbuatan dholimterhadap diri sendiri, maka mereka mengjukan sebuah pertanyaan. “ dan bagimana kami tidak mendholimi diri sendiri ??.  Maka memberikan penjelasan  bahwa  , “ bukanlah mendholomi diri sendiri yang dimaksud ayat tadi, tetapi dholim yang dimaksud adalah syirik.

4.       Mentaqyid ( mensfesipikasikan ayat Al-qur’an )

As-Sunnah sebagi pentaqyid dari Al-qur’an. contoh  dalam kata, ‘tangan’ dalam firman Allah.

“Artinya : Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya..” [Al-Maidah : 38].

            Ayat ini tidak menjelaskan sampai dimanakah batas tangan yang akan di potong. maka disinilah persan as-sunnah atau hadist diperlukan, maka as-sunnah memberikan  penjelasan bahwa batasan dan tangan yang harus dipotong adalah sampai pergelangan tangan. (Subulus Salam 4 : 53-55)


            Meodologi kedua, As-sunnah menginterpretasikan sebuah lafadz dalam al-Qur’an yang memilki keterkaitan. seperti menjelaskan yang dimaksud lafadz ‘magdhub ‘ dan ‘ dholiliin ’ dalam Surat Al-fatihah dengan Yahudi dan nasroni.
            Contoh kedua yaitu dalam surat

وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
            baginya di dalamnya ada pasangan yang suci, serta mereka kekal di dalamnya.

Lafadz  ‘ Muththoharoh ‘ di taqyid, dispesifikasikan bahwa pasangan yang ‘Muththoharoh’ atau  suci itu adalah pasangan yang bersih dari haidh, ingusan dan lendiran.

            Metodologi ke tiga, As-Sunnah menetapkan dan membentuk hukum-hukum yang tidak terdapat di dalam Al-Qur’an.Diantara hukum-hukum itu ialah tentang haramnya keledai negeri, pengharaman menikahi seorang perempuan dengan bibinya, perintah zakat fitri,  merajam penjina yang sudah nikah, pengharaman binatang buas yang mempunyai taring, burung yang mempunyai kuku tajam, juga tentang haramnya mengenakan kain sutera dan cincin emas bagi kaum laki-laki. Semua ini disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih.

            Dengan demikian tidak mungkin terjadi kontradiksi antara Al-Qur’an dengan As-Sunnah.

            Imam Syafi’i berkata : “Apa-apa yang telah disunahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak terdapat pada Kitabullah, maka hal itu merupakan hukum Allah juga. Sebagaimana Allah mengabarkan kepada kita dalam firman-Nya.“Artinya : .Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allahlah kembali semua urusan”. [Asy-Syuura : 52-53].
           
            Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan hukum yang terdapat dalam Kitabullah, dan beliau menerangkan atau menetapkan pula hukum yang tidak terdapat dalam Kitabullah. Dan segala yang beliau tetapkan pasti Allah mewajibkan kepada kita untuk mengikutinya. Allah menjelaskan barangsiapa yang mengikutinya berarti ia taat kepada-Nya, dan barangsiapa yang tidak mengikuti beliau berarti ia telah berbuat maksiat kepada-Nya, yang demikian itu tidak boleh seorang mahlukpun melakukannya. Dan Allah tidak memberikan kelonggaran kepada siapapun untuk tidak mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Ar-Risalah hal. 88-89]

            Ibnul Qayyim berkata : “ Adapun hukum-hukum tambahan selain yang terdapat di dalam Al-Qur’an, maka hal itu merupakan tasyri’ dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib bagi kita mentaatinya dan tidak boleh kita mengingkarinya. Tasyri’ yang demikian ini bukanlah mendahului Kitabullah, bahkan hal itu sebagai perwujudan pelaksanaan perintah Allah supaya kita mentaati Rasul-Nya. Seandainya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ditaati, maka ketaatan kita kepada Allah tidak mempunyai arti sama sekali. Karena itu kita wajib taat terhadap apa-apa yang sesuai dengan Al-Qur’an dan terhadap apa-apa yang beliau tetapkan hukumnya yang tidak terdapat di dalam Al-Qur’an.Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman
:
“Artinya : Barangsiapa taat kepada Rasul berarti ia taat kepada Allah”. [An-Nisaa : 80].

            Metodologi ke empat, memberikan keterangan ayat-ayat yang dimansuh ( dihapus )walaupun dalam masalah ini, ( penghapusan ayat Al-Qur’an oleh as-sunnah ) terdapat perbedaan pendapat ( kontropersi ). tetapi saya mengambil ayat Al_qur’an yang dihapus oleh hadits menurut pandangan imam adahabi.  salah satu contohnya adalah Surat An-nisa : 15

وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا

            Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

Ayat diatas tadi kedudukanya manshuh/ dihapus oelh hadits,

البكربالبكر جلد مأة وتغرييب عام

           
            Ada hadits yang semakna dengan hadits ini yang diriwayatkan oleh Imam bukhori, bahwasanya Rasulullah saw pernah memberikan hukuman kepada orang yang berzina (belum menikah) dengan hukuman dibuang (diasingkan) satu tahun dan pukulan seratus kali.”

Metodologi kelima, sebagai penjelasan yang menguatkan ( lita’qid ). disini as-sunnah berpersan sebagai penguat apa-apa yang datang dari Al_qur’an.  seperti sabda :

لايحل مال امرئ مسلم إلّا بطيب نفسه منه
“ Tidak halal harta seseoarang muslim kecuali didapat dengan cara yang baik “
nah, hadist ini kedudukanya adalah sebagai ‘ta’kid ‘ atau penguat bagi ayat Al-Qur’an di bawah ini

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Artinya:                                                                                                                                                      Wahai orang-orang yang beriman, janagnlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian. ( An-Nisa : 29 )
            Beberapaa metode pendekatan ( approach metode ) diatas merupakan frame work as-sunnah dalam menginterpretasikan ayat-ayat Al_Qur’an. sehingga pahamlah kita secara sempurna apa yang dimaksudkan Allah dalam Al_Qur’an. Wallahu ‘alam