Jumat, 21 September 2012

"KENGERIAN SAAT MELINTASI SHIRATHAL MUSTAQIM"



Pernahkah kita membayangkan menyeberangi sebuah jembatan yang begitu kecil dan tipis seukuran sehelai rambut dibelah tujuh? Begitulah kira-kira kalau kita mengumpamakan Jembatan Shirthal Mustaqim kelak. Sebuah jembatan yang akan menghubungkan Surga dan Neraka.

"Rasulullah SAW mengumpamakan bahwa sifat titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang." (H.R. Ahmad)

Lalu seperti apakah kelak umat manusia dapat melintasinya?
Perjalanan umat manusia di atas Sirathal Mustaqim dapat ditempuh dengan bermacam-macam keadaan. Hal itu tercermin dari bagaimana mereka menghabiskan semua waktunya saat hidup di dunia. Berikut adalah macam-macam golongan manusia yang melintasinya :

Kamis, 20 September 2012

ALANGKAH INDAHNYA



Apabila yang LUAS itu adalah ILMU.
Apabila yang TEBAL itu adalah IMAN.
Apabila yang LEMBUT itu adalah HATI.

Apabila yang KOKOH itu adalah UKHUWAH.
Apabila yang RINGAN itu adalah SHALAT dan DZIKIR.

Apabila yang MUDAH itu adalah SHADAQAH.
Apabila yang HALUS itu adalah AKHLAQ.

Apabila yang MANIS itu adalah SENYUM dan SALAM.
Apabila yang HEBAT itu adalah JIHAD FII SABILILLAH.

Wahai Hatie ....

Wahai Hati...
Bersabarlah dalam menanti...
Yakinlah janji-Nya adalah pasti...
Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih...

Wahai Jiwa...
Tenanglah dalam lara...
Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata...

Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...
Dia lebih tau mana yang terbaik untuk para hamba-hamba-Nya...


DAKWAH Itu...



Dakwah, BERTUJUAN untuk…
Mengajak … bukan … mengejek
Mengajar … bukan … meng-hajar
Membina … bukan … menghina
Menasehati … bukan … menusuk hati

DAKWAH akan LANCAR dengan…
Menabur kasih … bukan … menguburnya
Menggalang kekuatan … bukan … menggulungnya
Menerangi kebenaran … bukan … memeranginya
Menjaga hak saudara … bukan … menjegalnya

Dakwah, SEHARUSNYA bisa…
Membimbing … bukan … membimbangkan
Memajukan … bukan … memojokkan
Menganjurkan … bukan … menghancurkan
Menyadarkan … bukan … menidurkan

DAKWAH akan lebih BERKUALITAS dengan…
Tabah hadapi cobaan … bukan … tambah minta pujian
Sabar lewati rintangan … bukan… gusar hadapi tantangan
Mewujudkan amalan nyata … bukan … mengumbar kata kata
Menuntun mad-uw … bukan … menonton mereka

DAKWAH, terasa INDAH bila untuk…
Meneladani … bukan … menelanjangi
Saling memberi … bukan … saling meng-iri
Menyemangati … bukan … menyengat-mati
Mencipta rasa damai … bukan … membuat massa ramai

DAKWAH, terasa MANIS dengan…
Menebar senyum manis … bukan … mengumbar wajah sinis
Berakhlak halus … bukan … berakal bulus
Berniat tulus … bukan … berminat fulus

DAKWAH, itu UPAYA untuk…
Mempertahankan akidah … bukan … mempertuhankan kabilah
Menghidupkan sunnah … bukan … meredupkannya dg bid’ah
Menjadikan orang patuh … bukan … membuatnya jatuh
Membuat umat sembuh … bukan … menjadikannya kumat dan kambuh

Sungguh Islam Itu adalah Rahmat Bagi Semesta Alam, biarkan semua merasakan Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam.

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Sinar pagi hanya terlihat oleh orang yang terbuka mata indranya, dan cahaya kebenaran hanya terlihat oleh orang orang yang terbuka mata hatinya…

# Aku perhatikan sebagian orang merasa paling benar dengan agamanya,
 kemudian aku perhatikan Tuhan Pencipta Alam :

“Sesungguhnya agama yang (diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran :19),

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu di sisi-Nya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi..” (QS Ali Imran : 85)…

Karena itu aku memilih masuk Islam.


# Aku perhatikan setiap orang mencari kecerdasan, pegangan hidup dengan petunjuk, hukum buatan manusia. Aku perhatikan firman Allah :

“Al-Qur?an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” (Surat 45 Al-Jaatsiyah : 20).

” Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS Al Isra’: 9)

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah:2)

“(Al Qur,an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (Surat Ibrahim ayat 52).”

Aku memilih menjadi orang yang berakal dan bertaqwa, maka ku jadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidupku.


# Aku perhatikan setiap orang dalam kebingungan akan perilaku idolanya. Aku perhatikan firman Allah :

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan hari akhirat dan banyak mengingat Allah.” (QS Al Ahzab :21) .

Maka aku memilih Rasullullah sebagai idola sepanjang masa hidupku.


# Aku perhatikan semua orang mempunyai kekasih. mereka ingin sehidup semati dengan kekasihnya. Aku memilih amal saleh sebagai kekasihku, karena ia menyertaiku bila aku masuk kubur, juga menemaniku ketika menghadapi panggilan Ilahi nanti. \


# Aku perhatikan firman Allah :

“Adapun orang yang takut di hadapan kebesaran Tuhannya dan menahan hawa nafsunya, surgalah tempat tinggalnya” (QS An Nazi’at :40-41).

Tuhan benar. Aku memilih syurga. Aku takut kepada Allah dan berjuang mengendalikan hawa nafsuku.


# Aku perhatikan setiap orang memikili kekayaan. mereka menghargai, menilai dan memelihara kekayaan itu. Lalu aku perhatikan firman Allah :

“Apa yang ada padamu akan hilang. Apa yang ada disi Allah abadi.” (QS An nahl:96)

Kapan saja aku memperoleh kekayaan, aku serahkan kekayaanku untuk Allah, supaya terpelihara di sisi-Nya.


# Aku perhatikan semua orang mempunyai nilai yang dikejar. Harta, pangkat, kemuliaan, dan keturunan. Semuanya bagiku tidak bernilai. Aku perhatikan firman Allah:

“ Sesungguhnya Yang termulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa.” (QS Al Hujurat :13)

Aku ingin menjadi orang yang mulia.di hadapan Allah, Karena itu, aku memilih taqwa.


# Aku perhatikan orang saling menusuk, saling mengutuk. Semuanya karena dengki. Setelah aku perhatikan Allah berfirman :

” Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu ? Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan dunia dan Kami meninggikan derajat sebagiannya atas sebagian yang lain, supaya sebagiannya dapat menggunakan sebagian yang lain sebagai orang yang membantu.” (Az Zukhruf 43 : 32).

Aku memilih tinggalkan dengki. Aku jauhi pertikaian di antara orang-orang banyak dan aku akan membantu orang yang membuttuhkan.


# Semua orang mempunyai musuh yang mereka benci dan perangi. Aku perhatikan firman Allah,

“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.” (QS Fathir:6)

Aku memilih menjadikan setan sebagai musuhku yang abadi. Dan aku lepaskan permusuhan dengan makhluk yang lain.


# Aku perhatikan orang berebutan rezeki. Kadang-kadang ada orang yang menghinakan dirinya, memasuki yang tidak halal. Aku perhatikan firman Allah,

“Tidak ada yang merangkak di bumi melaikan rezekinya ada pada Allah.” (QS Hud : 6)

Aku adalah salah satu yang merangkak di bumi. Aku kerjakan kewajibanku kepada Allah. Aku tidak hiraukan apa kewajiban Allah terhadapku.


# Aku perhatikan setiap orang bersandar pada makhluk untuk mencari rezekinya. Aku perhatikan Allah berfirman :

“Siapa yang menyandarkan diri kepada Allah, Allah akan mencukupkan rezekinya.” (QS Ath Talaq :3)

Aku memilih bersandar pada Allah saja.


# Akhirnya aku perhatikan isi Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an dapat disimpulkan dalam hal-hal yang tercantum diatas.

Potensi yang diberikan Tuhan kepada manusia tertutup karena kebodohannya, emosi, dan persepsi yang salah.

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang kehendaki-Nya. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat. [2:269]

SEPERTI APA BENTUK CINTA KITA


1. Cinta musiman, hanya bilang cinta saat membutuhkan.
2. Cinta abu-abu, katanya cinta tapi kepastian tak pernah menentu.
3. Cinta lebay, cinta yang hanya manisnya kata saja terasa begitu aduhai.
4. Cinta melukai, bilang cinta tapi sering menyayat hati.
5. Cinta pasaran, mengobral cinta untuk mencari keuntungan.
6. Cinta pendusta, sesaat bilang cinta untuk kemudian katanya lupa.
7. Cinta fatamorgana, cinta yang meski dikejar tak pernah mau menampakan wujud aslinya.
8. Cinta mati, katanya demi cinta ia rela bunuh diri atau membunuh pasangan sendiri.
9. Cinta buta, cinta yang tidak tahu kemana arah tujuannya.
10. Cinta sejati, cintanya memberikan ketentraman hati.

Minggu, 16 September 2012

Sayap Untuk Terbang

Renungi kehidupan manusia
Apa yang mereka kerjakan
Dari mana saja mereka
Berhentilah sejenak untuk bertanya
Bertanya mengapa ada orang yang berjalan yang lain terbang
Ada orang yang bergemilang harta benda menjalani kehidupan dan jadual hari-harinya jalan tak menanjak
Juga tak menurun tapi mengajak mereka berputar-putar
Harapan tinggal harapan bagi yang setengah hati dan
bergerak maju bagi yang berkeras hati mengelak kematian dan semua itu mati juga.
jsekali lagi,Aku bertanya-tanya, bertanya mengapa ada orang yang berjalan yang lain terbang
(Steven E Garner )