Sabtu, 15 September 2012

9 HAL YANG AKAN HILANG DAN TAK BERGUNA


1. Ilmu yang tak diamalkan
2. Perbuatan yang tak ikhlas
3. Harta yang tak di nafkahkan
4. Hati yang tak di isi dengan cinta kepada Allah
5. Badan yang tak mampu taat pada Allah
6. Cinta yang tak diikat dengan keridhoan Allah
7. Waktu yang tak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah
8. Fikiran yang tak digunakan untuk hal yang berguna
9. Air mata yang keluar bukan karena takut dosa

Mutiara Pagi ....

Orang yang memandang rendah lima manusia, ia merugi akan lima hal:
1. Memandang rendah Ulama, rugi tentang agama ...
2. Memandang rendah Penguasa, rugi tentang dunia ...
3. Memandang rendah Tetangga, rugi akan bantuannya ...
4. Memandang rendah Saudara, rugi akan darmanya ...
5. Memandang rendah Keluarga, rugi akan keharmonisannya ...

Orang yang mencinta lima hal mereka akan melupakan lima hal:
1. Cinta dunia, lupa alam baka ...
2. Cinta tanah subur, lupa alam kubur ...
3. Cinta harta benda, lupa hisab amalnya ...
4. Cinta anak istri, lupa bidadari surga ...
5. Cinta diri sendiri, lupa pada Ilahi ...

Allah berikan lima upaya dan disediakan-Nya imbalan lima hal:
1. Allah ajari insan bersyukur dan Dia berikan tambahan makmur ...
2. Allah ajari insan berdoa dan Dia jamin akan ijabahnya ...
3. Allah ajari insan bertobat dan Dia jamin diterima tobatnya ...
4. Allah ajari insan istighfar dan Dia sediakan pengampunannya ...
5. Allah ajari insan berderma dan Dia bersedia membalas dermanya ...

Abu Bakar r.a. berkata Ada lima kegelapan dan lima penerangnya:
1. Kegelapan pertama cinta harta, penerangnya dengan bertakwa ...
2. Kegelapan kedua laku maksiat, penerangnya dengan bertobat ...
3. Kegelapan ketiga di alam kubur, penerangnya dengan berdzikir ...
4. Kegelapan keempat alam akhirat, penerangnya dengan bertaat ...
5. Kegelapan kelima jembatan shirath penerangnya dengan i'tiqad ...

Umar r.a. berkata Ada lima golongan penghuni surga:
1. Orang fakir yang menanggung hidup keluarga ...
2. Istri yang disayang oleh suaminya ...
3. Anak yang diridhai kedua orangtuanya ...
4. Calon istri yang mendermakan mahar kepada suaminya ...
5. Dan orang mukmin yang selalu bertobat pada Tuhannya ...

Utsman r.a. berkata Tanda-tanda orang bertakwa adalah:
1. Suka berteman dengan insan beriman ...
2. Mampu mengendalikan farji dan lisan ...
3. Memandang kesukseksan sebagai suatu cobaan ...
4. Memandang cobaan sebagai sebuah keberuntungan ...
5. Dan mampu menjaga diri dari berlebih-lebihan ...

Ali r.a. berkata Seluruh manusia akan menjadi saleh jika saja tak ada lima masalah:
1. Tak ada kerelaan atas kebodohan ...
2. Tak ada keserakahan atas kekayaan ...
3. Tak ada rasa bakhil atas hartawan ...
4. Tak ada sifat riya’ bagi insan beriman dan ...
5. Tak ada ilmuwan yang mendewakan karya pemikiran ...

Wallahua’lam bish Shawwab ...

Minggu, 09 September 2012

:::6 KEUTAMAAN SHALAT DHUHA:::



Shalat dhuha memiliki rahasia yang
menakjubkan dengan bertaburkan keutamaan.
Seandainya orang-orang yang melupakannya
itu mengetahui keutamaannya, pastilah mereka
tidak akan pernah melewatkan untuk shalat
dhuha.

Di antara keutamaannya itu adalah:
pertama, sebagai pengganti sedekah anggota
badan. Manusia memiliki 360 sendi, yang
setiap sendinya hendaknya dikeluarkan
sedekah pada setiap harinya. Tentu, hal ini
merupakan pekerjaan yang sangat sulit untuk
dilaksanakan. Akan tetapi, Rasulullah SAW
menawarkan solusi praktis untuk mengatasi itu
semua, yaitu dengan menggantinya dua rakaat
shalat dhuha.

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap sendi tubuh
setiap orang di antara kamu harus disedekahi
pada setiap harinya. Mengucapkan satu kali
tasbih (Subhanallah) sama dengan satu
sedekah, satu kali tahmid (Alhamdulillah) sama
dengan satu sedekah, satu kali tahlil (La ilaha
illallah) sama dengan satu sedekah, satu kali
takbir (Allahu Akbar) sama dengan satu
sedekah, satu kali menyuruh kebaikan sama
dengan satu sedekah, dan satu kali mencegah
kemungkaran sama dengan satu sedekah.
Semua itu dapat dicukupi dengan
melaksanakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR
Muslim dan Abu Dawud).

Kedua, dibangunkan istana dari emas.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa shalat
dhuha 12 rakaat, maka Allah SWT akan
membangunkan baginya istana dari emas di
surga.” (HR Ibnu Majah).

Ketiga, diampuni dosa-dosanya. Rasulullah
SAW bersabda, “Barang siapa yang menjaga
shalat dhuha, maka dosa-dosanya akan
diampuni meskipun sebanyak buih di
lautan.” (HR Ibnu Majah).
Dalam hadis yang lain, “Barang siapa yang
menunaikan shalat Subuh kemudian ia duduk
dan tidak mengucapkan perkataan yang sia-sia,
melainkan berzikir pada Allah SWT hingga
menunaikan shalat dhuha empat rakaat, maka
dosa-dosanya akan terhapus bersih seperti
anak yang baru dilahirkan oleh ibunya, ia tidak
punya dosa.” (HR Abu Ya’la).

Keempat, dicukupi kebutuhan hidupnya.
Dalam hadis Qudsi, Allah SWT berfirman,
“Wahai anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena
Aku pada awal siang (shalat dhuha) empat
rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)
-mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi).

Kelima, mendapat pahala setara ibadah haji
dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang
siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian
duduk berzikir untuk Allah sampai matahari
terbit kemudian (dilanjutkan dengan)
mengerjakan shalat dhuha dua rakaat, maka
baginya seperti pahala haji dan umrah,
sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (HR
Tirmidzi).

Keenam, masuk surga melalui pintu dhuha.
Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya di
surga kelak terdapat pintu yang bernama adh-
Dhuha, dan pada hari kiamat nanti akan
terdengar panggilan, di manakah orang-orang
yang melanggengkan shalat dhuha, ini adalah
pintu kalian masuklah kalian dengan rahmat
Allah SWT.” (HR Thabrani).
Saudaraku, begitu banyak keutamaan yang
Allah janjikan kepada orang-orang yang
membiasakan shalat dhuha. Masihkan kita tidak
tergiur untuk mengerjakannya? Janji Allah
mana lagi yang akan kita ragukan? Wallahu
a’lam.

Sabtu, 08 September 2012

Jika Besok Nafas INi Berhenti ....

“Jika esok nafas ini terhenti, mungkin sujud hari ini sangatlah berarti… Jika menangis di ujung hari adalah penyesalan, mungkin hari ini adalah lentera harapan… Karena kita hanya singgah sementara di dunia, perbaikilah segala sesuatunya selagi kita masih punya hari, jangan sia-siakan waktu yang diberi, semoga apa yang kita kerjakan selalu berada di jalan-Nya… Sahabat syurgaku ayoo kita perbanyak a
mal ibadah seakan kita akan meninggal hari ini… i’maluu mastatho’tum (beramallah semampumu, .).”

"aku khawatir terhadap suatu masa yg roda kehidupannya dapat menggilas keimanan, keimana hanya tinggal pemikiran, yg tak berbekas dalam perbuatan....

banyak org baik tapi tak berakal, ada org berakal tpi tak beriman...

ada lidah fasih tapi berhati lalai,ada yg khusyuk tpi sibuk dalam kesendirian...

ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi...

ada yg banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan ada yg menangis karena kufur nikmat...

ada yg murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yg berhati tulus tapi wajahnya cemberut...

ada yg berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pelacur yg tampil jadi figur...

ada org yg punya ilmu tapi tak faham, ada yg faham tapi tak menjalankan...

ada yg pintar tapi membodohi, ada yg bodoh tak tahu diri...

ada org beragama tapi tak berakhlak, ada yg berakhlak tapi tak bertuhan...

lalu diantara semua itu dimanakah aku berada...???"

(Ali bin Abi Thalib R.A )

Sabtu, 25 Agustus 2012

6 nasehat imam al-ghazali



Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.

Pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sudah janji Alla
h SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Pertanyaan kedua "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".. Murid-muridnya ada yang menjawab bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pertanyaan yang ke tiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, lautan dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan ke empat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT,sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang ke lima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Jumat, 24 Agustus 2012

7 Faedah Dzikir

Mengingat Allah (baca: dzikir) merupakan pokok daripada syukur. Manfaat yang besar dapat diperoleh dengan mengerjakan amalan ini. Namun, sayang sekali kebanyakan orang melupakan dan melalaikannya. Padahal, faedah dzikir itu banyak sekali, di antaranya adalah:

[1] Mendatangkan pertolongan Allah Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku pun akan mengingat kalian.” (QS. al-Baqarah: 152)

 [2] Mendatangkan ampunan dan pahala yang besar Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, lelaki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 35)

[3] Sebab hidupnya hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya (Allah) dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya, seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang sudah mati.” (HR. Bukhari)

[4] Mendatangkan ketentraman jiwa Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Ingatlah, dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tentram.” (QS. ar-Ra’d: 28)

 [5] Jauh dari perangkap setan Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang berpaling dari mengingat ar-Rahman maka akan Kami jadikan setan sebagai pendamping yang selalu menemaninya.” (QS. az-Zukhruf: 36)

 [6] Jalan menuju keikhlasan Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang munafik itu berusaha mengelabui Allah, sedangkan Allah justru mengelabui mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat maka mereka berdiri dengan penuh kemalasan, mereka mencari-cari pujian manusia, dan mereka sama sekali tidak mengingat Allah kecuali sedikit.” (QS. an-Nisaa’: 142)

 [7] Perlindungan Allah pada hari kiamat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat… di antaranya adalah seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sepi, kemudian meneteslah air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan yang perlu diingat bahwasanya dzikir yang benar adalah yang dilandasi keikhlasan niat dan dikerjakan dengan mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kamis, 23 Agustus 2012

Ciri-ciri Pengusaha Sukses



Jika anda bertanya tentang bagaimana ciri-ciri wirausaha yang berhasil, jawabannya adalah “tumbuhkan selalu kebiasaan bertindak“. Hanya satu itu saja.
Nah, kebiasaan selalu bertindak itu tidaklah gampang. Maka dari itu, ada tulisan 8 kunci sukses untuk menumbuhkan kebiasaan bertindak dari David J. Schwartz, pengarang buku best seller “Berpikir dan Berjiwa Besar”.
Tujuannya jelas, supaya memudahkan anda dalam menumbuhkan kebiasaan selalu bertindak. Ok langsung saja, berikut ini 8 pokok-pokok kunci bertindak yang merupakan ciri-ciri wirausaha yang berhasil.
  1.     Jadilah “aktivionis”. Jadilah orang yang berbuat. Jadilah pelaksana, bukan sebaliknya.
  2.     Jangan menunggu hingga keadaannya sempurna seperti orang yang gagal.Semua itu tidak akan pernah terjadi. Harapkan penghalang dan kesulitan yang akan menghadang dan pecahkan semuanya ketika muncul.
  3.     Ingat, gagasan saja tidak akan memberikan keberhasilan. Gagasan atau ide bisnis akan mempunyai nilai hanya jika anda melaksanakannya.
  4.     Gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri. Kerjakan apa yang anda takutkan dan ketakutan pun menghilang.  Coba dan lihat hasilnya.
  5.     Mulai mesin mental anda secara mekanis. Jangan menunggu hingga jiwa anda menggerakan anda. Ambil tindakan, galilah, dan anda menggerakkan jiwa anda.
  6.     Berpikirlah dalam pengertian sekarang. Hindari kebiasaan menunda. Besok, minggu depan, nanti, dan kata-kata serupa kerap merupakan sinonim dari kata kegagalan tidak pernah. Jadilah jenis orang yang “Saya memulai sekarang juga”.
  7.     Segeralah bertindak. Jangan membuang-buang waktu menyiapkan diri untuk bertindak. Mulailah bertindak.
  8.     Ambil inisiatif. Jadilah polopor. Ambillah inisiatif dan laksanakan. Jadilah sukarelawan. Perlihatkan bahwa anda mempunyai kemampuan dan ambisi untuk berbuat.
Itulah 8 tips sukses menumbuhkan kebiasaan bertindak, ciri-ciri wirausaha yang berhasil. Diharapkan setelah anda membaca ciri-ciri wirausaha yang berhasil di atas, segeralah BERTINDAK.
Lakukan apa yang harus anda lakukan dalam memulai membangun bisnis sekarang juga. Jangan kebanyakan analisa. Tapi jangan pula serampangan macam babi hutan yang nggak bisa belok.