Kamis, 19 Juli 2012

KEUTAMAAN BULAN RAMDAHAN


Suplement 1

KEUTAMAAN BULAN RAMDAHAN

1.       Bulan ramadhan bulan yang mulia, sebuah momen yang sangat agung dimana Allah -ta'ala- melipat gandakan pahala setiap hamba yang beramal, dan membukakan pintu-pintu kebaikan. bulan yang penuh berkah dan rahmat serta ampunan. Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya : "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS Al-Baqoroh : 185)

2.       Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan dibelenggunya setan-setan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إذا جاء رمضان فُتِّحت أبواب الجنة وغُلِّقت أبواب النار وصُفِّدت الشياطين

Artinya : "Jika datang bulan ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (Muttafaq 'Alaihi)


Artinya : "Diberikan kepada ummatku 5 hal pada bulan ramadhan yang tidak diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya :  ( 1 ), bau mulut seseorang yang berpuasa lebih wangi bagi Allah dari pada wangi misik. dan ( 2 ) malaikat-malaikat mendoakan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa sampai mereka berbuka. dan ( 3) Allah menghiasi surga-Nya setiap hari seraya berkata : mereka para hamba-hambaKu yang harus merasakan kesusahan (demi) menuju kepadamu. dan ( 4) dibelenggunya gangguan-gangguan setan maka setan-setan tidak bisa lagi menyesatkan sebagaimana mereka menyesatkan pada bulan-bulan yang lainnya. dan ( 5) diampuni (dosa-dosa) mereka disetiap akhir malam. dikatakan kepada Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- : wahai Rosulullah, apakah itu lailatul qodar? beliau menjawab : tidak, akan tetapi setiap orang yang beramal diberi pahalanya kepada mereka setiap selesai mengerjakan amalannya." (HR Ahmad, Al-Bazzar dan Al-Baihaqi dengan sanad yang lemah akan tetapi memiliki saksi-saksi)
8.       Ramadhan Bulan yang Allah istimewakan

Sungguh Allah Ta’ala memuliakan bulan yang penuh berkah ini dan menjadikannya sebagai salah satu musim besar untuk menggapai kemuliaan di akhirat kelak, yang merupakan kesempatan bagi hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya. ( Lihat kitab “al-‘Ibratu fi syahrish shaum” (hal. 5), syaikh ‘Abdul Muhsin bin Hamd al-‘Abbad ).\

9.       Di bulan ramdhan terdapat “ lailatul qodar “ yang lebih baik daripada seribu bulan
“ …. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung)”. ( HR Ahmad (2/385), an-Nasa’i (no. 2106) dan lain-lain, dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dalam kitab “Tamaamul minnah” (hal. 395) ).

10.   Bulan ramadhan moment yang bagus untuk menerba diri menjadi insan yang bertaqwa.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah:183).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Dalam ayat ini Allah Ta’ala berfirman kepada orang-orang yang beriman dan memerintahkan mereka untuk (melaksanakan ibadah) puasa, yang berarti menahan (diri) dari makan, minum dan hubungan suami-istri dengan niat ikhlas karena Allah Ta’ala (semata), karena puasa (merupakan sebab untuk mencapai) kebersihan dan kesucian jiwa, serta menghilangkan noda-noda buruk (yang mengotori hati) dan semua tingkah laku yang tercela “. ( Kitab Tafsir Ibnu Katsir” (1/289).

Lebih lanjut, Syaikh Abdur Rahman as-Sa’di menjelaskan unsur-unsur takwa yang terkandung dalam ibadah puasa, sebagai berikut:
- Orang yang berpuasa (berarti) meninggalkan semua yang diharamkan Allah (ketika berpuasa), berupa makan, minum, berhubungan suami-istri dan sebagainya, yang semua itu diinginkan oleh nafsu manusia, untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan balasan pahala dari-Nya dengan meninggalkan semua itu, ini adalah termasuk takwa (kepada-Nya).  ( Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1933) dan Muslim (no. 2175).

Dari Kursi Roda Habibie Ciptakan Ribuan Dolar


Dari Kursi Roda Habibie Ciptakan Ribuan Dolar


Dari Kursi Roda Habibie Ciptakan Ribuan Dolar
Ia mendirikan yayasan bagi semua anak dan memberi pendidikan internet.


Habibie Afsyah yang dijuluki 'Suhu Internet Marketer'(Dok. Danamon)
VIVAnews- Keterbatasan fisik tak membuat Habibie Afsah patah semangat. Dibalik keterbatasan fisiknya, siapa sangka Habibie mampu menciptakan bisnis dengan hasil ribuan dolar.

Sejak balita Habibie didagnosa mengidap penyakit Muscular Dystrophy tipe  Becker. Penyakit ini merusak saraf motorik di otak kecil yang membuat tubuhnya tak bisa berkembang sempurna. Hal itu membuat ia hanya bisa mengenyam pendidikan hingga SMA.

Bakatnya bermula dari seminar Internet Marketer (pemasaran melalui online) pada 2007 yang didorong oleh ibunya. Dari seminar itulah, pria kelahiran 6 Januari 1998 itu mulai belajar menjadi internet marketer dan memperoleh penghasilan dari dunia online. Ia menemukan pekerjaan yang sesuai dengan hobinya, yaitu dekat dengan komputer. Pekerjaannya itu juga tak membutuhkan mobilitas yang tinggi.

Habibie ingin mengubah paradigma bahwa keterbatasannya merepotkan. Ia ingin menunjukkan bahwa semua orang bisa berkarya. Meski di awal bisnisnya ia menemui berbagai kendala seperti biaya, bahasa, namun akhirnya Habibie bisa menjalani bisnisnya dengan baik.
"Yang pasti tantangannya mencari ilmu dan mengasah kemampuan. Dunia online itu berubahnya cepat sekali," ujarnya ketika berbincang dengan VIVAnews.

Dengan pekerjaannya, Habibie mengelola blog atau menjadi bloger. Di dalam blognya itu ia memasang iklan, jika iklan itu di-klik oleh pembaca maka ia bisa mendapatkan komisi. Dari hasil di depan komputer itu, ia bisa meraih penghasilan US$1.000 per bulan (Rp9,4 juta). Bahkan tahun lalu penghasilannya bisa US$5.000 (Rp47 juta) per bulan. "Yang penting bagi saya daripada saya bekerja di luar dengan kondisi tubuh yang sulit ya lebih baik seperti ini," ujarnya.

Habibie juga bekerjasama dengan suatu produk untuk menangani pemasaran secara online. Salah satu kliennya, KIA Mobil yang dibuatkan web kia.com dan Habibie menangani penjualan mobil secara online.

Keberhasilann itu membuat Habibie tak ingin menikmatinya sendiri dan memilih berbagi ilmu dengan sesama. Ia mendirikan yayasan yang menampung semua anak dan memberikan pendidikan khususnya mengenai dunia internet marketer. "Saya ingin agar kaum disabilitas bisa berkumpul dan menunjukkan bahwa kami bisa," ujarnya.

Atas prestasinya, Habibie mendapatkan Penganugerahan Danamon Award 2012 yang merupakan suatu penghargaan dan bentuk apresiasi Danamon kepada pejuang kesejahteraan Indonesia. Ia bahkan terpilih menjadi pejuang kesejahteraan Indonesia terfavorit berdasarkan dukungan publik melalui voting online, sms, dan jejaring sosial yang dilakukan dari tanggal 9 Juni 2012 hingga 8 Juli 2012.

Habibie mengungguli empat peraih Danamon Award 2012 lainnya yaitu Bambang Parianom “Penyelamat Lingkungan”, Djuhhari Witjaksono, “Seniman Bahari”, Joharipin, “Pemberdaya Petani” dan Lale Alon Sari, “Srikandi Tenun”. Sementara yang menjadi pemenang dalam Danamon Award 2012 adalah Andrias Andri dan Rusmin Harris. (eh)


Rabu, 18 Juli 2012

‎10 Nasihat Einstein tentang Hidup Sukses

‎10 Nasihat Einstein tentang Hidup Sukses

Nasehat Bijak Einstein tentang Hidup Sukses

Apa saja nasehat bijak Einstein?

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda

“Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.”
Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.

2. Tekun itu Tak Ternilai.

“Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah.”
"selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan"
Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.

“Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu.”
‘saya bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus’. Belajar untuk ‘berada di sini, saat ini’; berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan.
Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

4. Imaginasi adalah kekuatan.

“Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan”
Lagi, kata Einstein, “Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi.”

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan. Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan pun keinginan. Menyedihkan.

5. Buat Kesalahan.

"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru.”
Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas–jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru–something new–dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda.

6. Hidup pada saat ini.

“Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi.”
Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Anda bisa lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda SAAT INI tentang kemarin agar menjadi lebih baik. Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini.
Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana.

7. Hargai diri Anda.

“Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga.”

Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Saya pikir dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.
Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.
Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.

8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda.

“Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengaharapkan hasil berbeda.”

jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang. Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih ‘seksi’ jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah Sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi di gadis?

9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman

“Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.”
Pengetahuan itu berasal dari pengalaman.

Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek; tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. Anda harus melakukan proyek tersebut untuk ‘tahu’ apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana.

10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik.

“Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain.”

Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus anda lakukan adalah memahami ‘peraturan’ bagaimana cara Anda melakukannya.
Kedua, Lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda
10 kutipan tersebut saya ambil dari referensi yang lain yang tidak dapat saya sebutkan sumbernya dikarenakan lupa tidak mencantumkan link aslinya

Selasa, 17 Juli 2012

Jihad Nafsu dan Kebangkitan

Jihad Nafsu dan Kebangkitan

Rasulullah SAW bersabda: “Al-Mujahid man jahada nafsahu fi-Allah ‘Azza wa-Jalla”. (Mujahid adalah seseorang yang melakukan jihad melawan hawa nafsunya di jalan Allah). Al-Iraqiy menyatakan, bahwa hadis ini sahih, dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. (Muhammad bin Muhammad al-Husayniy al-Zabidiy, Ithaf al-Sadah al-Muttaqin bi al-Sharh Ihya’ ‘Ulum al-Din, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah), hal. 397, 657).

Dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin, bab al-Amr bi al-Ma‘ruf wa an-nahyu ‘an al-Munkar. Imam al-Ghazali menyebutkan sejumlah hadis atau atsar tentang jihad. Dalam bab ini, al-Ghazali juga menekankan, bahwa aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar, adalah yang menentukan hidup-matinya umat Islam.

Tetapi, yang menarik, saat berkecamuknya Perang Salib, dalam IÍya’, al-Ghazali sangat menekankan pentingnya jihad an-nafs, merujuk kepada sejumlah hadis Rasulullah SAW. Tentu tidak dapat dikatakan bahwa al-Ghazali tidak mengetahui arti jihad sebagai perang. Sebab, dalam karya-karyanya yang lain, al-Ghazali telah banyak menjelaskan makna jihad dalam arti perang, seperti dalam al-Wajiz fi Fiqh Madzhab al-Imam as-Shafi‘iy.

Ini dapat disimpulkan bahwa sebagai pakar fiqh, al-Ghazali sangat memahami kewajiban jihad, dan ia telah banyak menulis tentang hal ini. Menurut ulama ash-Syafi‘iyyah, jihad adalah perang melawan kaum kafir untuk menolong Islam. (huwa qital al-kuffar li nushrah al-Islam.

(Wahbah al-Zuhayliy, al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu, , 8:5846).
Mengutip hadith Rasulullah saw, “Jahidul mushrikina bi-amwalikum wa-anfusikum wa alsinatikum”, Wahbah al-Zuhayliy menyebutkan definisi jihad: “badhl al-wus‘i wa-al-thaqati fi qital al-kuffari wa mudafi‘atihim bi al-nafsi wa al-mali wa al-lisani.” (Jihad adalah mengerahkan segenap kemampuan untuk memerangi kaum kafir dan berjuang melawan mereka dengan jiwa, harta, dan lisan mereka).

Dalam Ihya’ Ulumiddin, al-Ghazali menjelaskan hampir seluruh aspek kehidupan manusia dalam perspektif Islam. Ia menulis begitu banyak topik, seperti masalah ilmu, ibadah, etika sosial, hal-hal yang merusak (al-muhlikat), dan juga yang menyelamatkan (al-munjiyat). Metode al-Ghazali dalam menulis IÍya’ adalah asing dibandingkan dengan banyak buku pada waktu itu. Dengan menganalisis Ihya’, dapat disimpulkan bahwa buku ini disiapkan al-Ghazali untuk melakukan reformasi intelektual dan moral kaum Muslim dalam perspektif yang lebih luas dari sekedar masalah Perang Salib ketika itu. (Lihat, Dr. Majid Irsan Kailani Hakadza Dhahara Jilu Shalahuddin wa Hakadza ‘Adat al-Quds).

Salah satu tahap penting dari perjalanan al-Ghazali adalah kunjungannya ke Damaskus dan Jerusalem, dimana pasukan Salib sukses menaklukkan sebagian wilayah Syria dua tahun sesudah itu. Kunjungan al-Ghazali ke Damaskus sangat penting ditelaah sebab berkaitan dengan penulisan buku Kitab al-Jihad pada awal periode Perang Salib, yang ditulis ‘Ali b. Thahir al-Sulami an-Nahwi (1039-1106), seorang imam bermazhab Shafi‘i dari Damaskus. Ia adalah seorang yang aktif menggalang jihad melawan pasukan Salib melalui pertemuan-pertemuan umum pada 1105 (498 H), enam tahun setelah penaklukan Jerusalem oleh pasukan Salib. Adalah sangat mungkin al-Sulami bertemu dengan al-Ghazali di Masjid Ummayad, sebab Ali al-Sulami adalah imam di Masjid tersebut dan al-Ghazali juga sempat tinggal di tempat yang sama pada awal-awal periode Perang Salib. (Nikita Elisseef, “The Reaction of the Syrian Muslim after the Foundation of the First Latin Kingdom of Jerusalem”, dalam Maya Shatzmiller (ed), “Crusaders&Muslims in Twelfth-Century Syria”, (Leiden: E.J. Brill, 1993), 163. W. Montgomery Watt, Muslim Intellectual, 144).

Dalam Kitabnya itu, Ali al-Sulami mencatat, bahwa satu-satunya solusi yang dapat menyelamatkan wilayah-wilayah Muslim, adalah menyeru kaum Muslim kepada jihad. Ada dua kondisi yang harus disiapkan sebelumnya. Pertama, “reformasi moral” untuk mengakhiri “degradasi spiritual” kaum Muslim ketika itu. Invasi pasukan Salib harus dilihat sebagai hukuman Allah, sebagai peringatan agar kaum Muslim bersatu. Kekalahan Muslim, menurut al-Sulami, adalah sebagai hukuman Allah atas kealpaan menjalankan kewajiban agama, dan di atas semua itu, adalah kealpaan menjalankan jihad. Tahap kedua, penggalangan kekuatan Islam untuk mengakhiri kelemahan kaum Muslim yang telah memungkinkan pasukan Salib menguasai negeri-negeri Islam. Dalam kitabnya, al-Sulami menyebutkan dengan jelas tentang situasi saat itu dan stretagi untuk mengalahkan pasukan Salib. (Nikita Elisseef, The Reaction, hal. 164; Carole Hillenbrand, The Crusades: Islamic Perspectives, hal. 107).

Konsep al-Sulami dalam melawan pasukan Salib berupa “reformasi moral” dari al-Ghazali’s memainkan peran penting. Sebab, menurut al-Sulami, melakukan jihad melawan pasukan Salib akan hampa jika tidak didahului dengan the greater jihad (al-jihad al-akbar). Ia juga mengimbau agar pemimpin-pemimpin Muslim memimpin jalan ini. Dengan demikian, perjuangan melawan hawa nafsu, adalah prasyarat mutlak sebelum melakukan perang melawan pasukan Salib (Franks). (Ibid).

Peran al-Ghazali dalam membangun moral kaum Muslim disebutkan oleh Elisseef. Bahwa, kelemahan spiritual di kalangan Muslim pada awal Perang Salib ditekankan oleh al-Ghazali, yang ketika itu mengajar di Damaskus. Al-Ghazali menekankan jihad melawan hawa nafsu, melawan kejahatan, di atas jihad melawan musuh. Tujuannya adalah untuk membantu kaum Muslim mereformasi jiwa mereka. ((The spiritual laxness existing in Islam on the eve of the Crusades was underlined by al-Ghazali, in 1096. The illustrious philosopher who, at the time, was teaching in Damascus, emphasized the priority of jihad of the soul, the jihad al-akbar (the major jihad) – struggle against evil – over the jihad al-asghar (the minor jihad), i.e. the struggle against infidel. His aim was to help the Muslim rediscover his soul. At this time, it was necessary to effect the reform of morals and beliefs and to create ways of combating the various heterodoxies existing in the very bosom of Islam). (Nikita Elisseef, The Reaction, hal. 164).

Jadi, dalam perjuagan Islam, jihad melawan hawa nafsu memegang peran yang sangat mendasar dalam proses kebangkitan dan meraih kemenangan. Orang-orang yang tunduk kepada nafsunya, lalu menjadi gila dunia, gila harta, dan kedudukan, tidak mungkin bisa diajak berjihad melawan musuh secara fisik. Carole Hillenbrand mencatat keberhasilan konsep jihad melawan hawa nafsu dari Pahlawan Islam, Nuruddin Zanki: “Konsep tentang perjuangan jiwa, yakni jihad akbar, telah dikembangkan dengan baik di masa Perang Salib, dan berbagai diskusi tentang jihad pada masa itu senantiasa memperhitungkan dimensi spiritual, dimana tanpa itu maka perjuangan militer akan menjadi hampa atau tanpa fondasi. Tokoh sufi abad ke-12, Ammar al-Bidlisi menyatakan bahwa jihad akbar adalah memaklumkan hawa nafsu manusia sebagai musuh terbesar yang harus diperangi. Abu Shama menggambarkan Nur al-Din dalam ungkapan: Ia menjalankan jihad-ganda, melawan musuh dan melawan hawa nafsunya sendiri.” (Carole Hillenbrand, The Crusades: Islamic Perspectives, (Edinburg:Edinburg University Press, Ltd., 1999), hal. 161).Wallahu a’lam bish-shawab. (***)

http://insistnet.com/index.php?option=com_content&view=article&id=352%3Ajihad-nafsu-dan-kebangkitan&catid=1%3Aadian-husaini

Senin, 16 Juli 2012

Syair Kehidupan


Syair Kehidupan


dunia ini sudah tua
jangan sampai kita ikut celaka
mari kita tingkatkan taqwa
kepada Tuhan yang Maha Esa

Allah tempat kita bergantung
agar kita selalu beruntung
jangan sampai kita terpasung
jangan bimbang dan jangan pula bingung

hanya Allah yang selalu di hati
tempat kita untuk berbakti
bermunazat dan bersaksi
sampai akhir kiamat nanti

mari kita perbanyak dzikir
kepada Allah yang Maha Basir
agar kita selalu berpikir
dijauhkan dari sifat kikir

semua manusia kan pasti mati
baik petani ataupun menteri
mari kita bercermin diri
agar kita tak sampai merugi

hidup ini hanya sementara
semua makhluk kan pasti binasa
jangan sampai kita tergoda
oleh tipu daya dunia


Sabtu, 07 Juli 2012

12 kata "Jangan" yg perlu dihayati

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, †api pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Jumat, 06 Juli 2012

Petuah Hikmah Dari Ali Bin Abi Tholib

Ketika aku memohon kepada Allah kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika aku memohon kepada Allah kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk dipecahkan

Ketika aku memohon kepada Allah kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk berfikir

Ketika aku aku memohon kepada Allah keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika aku memohon kepada Allah sebuah cinta
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika aku memohon kepada Allah bantuan
Allah memberiku kesempatan

Aku tak selalu menerima semua yang kuminta,
tapi aku selalu menerima segala yang aku butuhkan

Doaku terjawab sudah 


(Ali bin abi thalib ra)