Sabtu, 16 Juni 2012

Petuah-petuah Ustadz Imam Zamroji


Petuah-petuah Ustadz Imam Zamroji

Sabtu, 16 Juni 2012. Seperti biasa minggu ketiga disekolah kami, tempat kami mengajar dan belajar. sering diadakan “ Dauroh Mudarisin “. Sebuah siraman jiwa dengan petuah-petuah hikmah. Merefleksi jiwa dan mengintall ulang jiwa yang sudah penuh dengan “ virus-virus hubbun dunya wakarihatul Maut “ ( cinta dunia dan takut mati ),
Siraman jiwa dengan petuah-petuah hikmah terutama bagi para aktivis pendidikan adalah sangat penting karena pekerjaan mereka adalah berhubungan langsung dengan manusia yang tentunya punya hati dan jiwa.
Seorang pendidik tidak akan menghasilkan para peserta didik yang disiplin selama para penedidiknya tidak disiplin. Tidak akan lahir para siswa yang berwawasan luas selama para pendidik hanya sibuk dengan menonton sinotron, tidak ada waktu untuk memenuhi jiwa dan akal dengan ilmu dan hikmah. Dan tentunya para siswa  tidakkan soleh selama para pendidiknya tidak mensolehkan diri.
KISAH YANG MENYENTUH JIWA
Ustadz zamroji membuka kajian dengan sebuah kisah yang menarik di Uin malang, tentang cultur yang dibangun disana. Kultur pendidikan yang berorientasi pada kebahagian dunia dan akhirat. Ada sala satu stap tertinggi di UIN malang sana yang jika ceramah-ceramah sering menyampaikan pembahasan yang sama ( kasusnya sama seperti KH. Ahmada Dahlan yang setiap subuh menyampaikan surat Al-mau’un yang dulang-ulang setiap subuh ).  Sehingga dari taraf bawah sampai taraf tertinggi di sekolah tinggi tersebut hafal dengan materi tersebut.
Tetapi apa yang terjadi. Dari pesan yang sampaikan terus-menerus itu lahirlah kultur budaya    “ Ulul albab “ manusia-manusia yang berkarakter senantiasa ingin belajara dan memperbaiki diri.
suatu hari dosen itu  berbincang dengan karyawan disana. Dan ditanya apakah mereka sudah bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an. Setelah itu diadakanlah liqoan para karyawan untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’annya. Yang menarik adalah perkataan Pimpinan UIN  kepada sala satu karyawannya. “ saya orang Uin anda orang Uin, Jika terjun ke masyarakat maka orang akan mengenal anda sebagai orang UIN karena itu bacaan dan hafalan Al-Qur’annya harus diperbaiki “. 
Selang beberapa waktu program hafalan qur’an pun diterapkan di tataran yang lebih tinggi yaitu di tataran para dosen. Setiapa dosen diwajibkan setor hafalan. Baik itu dosen agama ataupun dosen Umum.  Maka dari budaya yang sudah dibentuk secara stuktural dan kultural in maka lahirhalah para mahasiawa yang berilmu dan berkeimanan. Mantab.. subhanallah.
MEMBAGUN VISI MERAIH SURGA
Hal yang sering para aktivis pendidikan  lupa  ( termasuk saya .. he. ) adalah menginternalisasikan nilai-nilai spiritualitas kedalam diri anak didik . Anak cendrung di tekan dan di doktrin untuk mendapat nilai yang tinggi. Memberi petuh kepada mereka nilai harus tinggi jika tidak tidak akan lulus.
Ustadz Imam zamroji nenekankah “ apapun aktifitas kita maka niatkanlah untuk meraih syurga, karena Ibnu Qoyyim berkata, syurga itu adalah kampung sebenarnya untuk seorang muslim “,  bicara tentang kedisiiplinan maka orientasiakn untuk mendapat syurganya Allah. Bukan hanya semata untuk membangu dunia. Mengejar akreditasi, selain diniatkan untuk meningkatkan kualitas dan kredebilitas maka niatkan juga bagaimana dengan akreditasi kita bisa menadapatkan syurganya Allah. Kita mengajar, jangan sampai kita mengajar hanya untuk menapat materi saja. Tetapi bagaimana dengan aktifitas mengajar ini kita bisa mendapatkan syurganya Allah “.

MERAIH SYURGA DENGAN APA ADANYA DIRI KITA.
“ Dan carilah   (pahala ) negri akhirat  dengan apa yang telah dianugrahkan Allah kepada mu, tetapi jaganlah kamu melupakan bagian kamu di dunia …. “ (Al-Qoshos : 77 )
Kejarlah syurga dengan apa adanya kita, jika kita adalah seorang aktifis pendidikan. kita harus bermuhasabah dan mejahadah bagaimana dengan aktifitas kita itu, kita bisa mendapatkan dunai sekaligus mendapatkan akhirat, jika kita seoarang karyawan bagaimana dengan kekaryawanan kita, kita dihantarkan menuju syurga_NYa. Seoarang kepala sekolah harus bermuhasabah, bagaimana acaranya dengan kepemimpinannya sekolah lebih baik sekaligus  bisa menghantarkan staf guru dan murid-muridnya  ke syurga. Semua bisa di capai dengan satu kata,  NIAT YANG LURUS KARENA ALLAH SEMATA.
Apapun status sosial kita, apapun pekerjaan kita. Maka kita harus bermuhasabah, bermuroqobah dan bermujahadah bagaimana caranya dengan status sosial atau dengan apapun pekerjaan kita, hal itu semua dapat menghantarkan kita mendapat syurga Allah.

SUMBER-SUMBER KESYIRIKAN
Pembahasan dilanjutkan dengan mengekplorasi lebih dalam sumber-sumber kesyirikan, hal penting karena agar kita tidak terpelanting dan terjerumus kedalam kesalahan dan dosa besar maka kita harus megetahui kesalahan dan dosa besar itu.
Sumber kesyirikan itu adalah
1.       Syirku da’wah ( menduakan Allah dalam berdo’a )
2.       Syirku Niah, Irodhah Dan Qosd ( menduakan Allah dalam niat, kehendak dan tujuan )
3.       Syirku Thoa’ah ( syirik dalam keta’atan )
4.       Syirku Mahabah ( mendu’akan Allah dalam rasa cinta )
Beliau melanjutkan pembahasan sekaligus memberi penekanan, “ KITA JANGAN MERASA TERBEBAS DARI SYIRIK JIKA KITA TIDAK PERNAH MENGGUNAKAN JIMAT, KITA JANGAN MERASA BEBAS DARI SYIRIK KETIKA KITA TIDAK DATANG KE DUKUN “
( yup ! btul pak ustdaz kadang kita tidak merasa sebaga pendosa, karena kita tidak penah melakukan bid’ah, takhayul dan Churopat ( TBC ). Tetapi disis lain kita melakukan sesuatu karena ingin dipuji orang, ingin dilihat oleh atasan, ingin itu.. ingin ini …. Pokoke MUSYRIK YANG TERSEMBUNYI , yamuqolibal qulubi syabit qolbi ala tho’atik ).
Beliau menegsakan kembali, “ NGAJI ITU PENTING, WALAU TIDAK ADA SAYA. KARENA HATI SIFATNYA SUKA BERBULAK-BALIK MAKA UNTUK MENYADARKANNYA HARUS DENGA NGAJI “.

ORANG KAFIR YANG SUKSES VS MUSLIM YANG MISKIN
Orang kafir tetapi dia kaya. Orang muslim kebanyak miskin. Pada dasarnya kafir muslim bisa sukses bisa bangkrut. Jika disiplin, profesional, selalu ingin belajar dan selalu ingin  memperbaiki diri maka kesuksesan itu akan datang kepada siapapun itu, baik yang kafir ataupun muslim.
( aku bergumam dalam hati, “ Yup betul pak ustadz. Di alam ini ada sebuah sistem ayang mengatur, seperti sistem hukum gravitasi bumi, setiap yang dilempar ke atas pasti jatuh. Setiap benda yang dijatuhkan dengan bobot yang besar akan lebih cepat sampai ke dasar bumi dibandingkan dengan benda yang lebih ringan. 
Sistem yang sudah diatur oleh Allah, bahwa kedisiplinan, inofasi dan kreatifitas dan  pantang menyerah dan yakin atas tujuan yang hendak dicapai hal itu berkonsekuensi terhadap kualitas hidup. so walaupun muslim tetapi dia tidak memilki kedisiplinan, putus asaan maka akan berkonsekuensi terhadap rendahnya kualitas hidup dia. Dan sebaliknya. Jika seorang kafir tetapi dia rajin, disiplin dan menerapkan sifat-sifat positif yang lainya. hal itu akan berkonsekuensi terhadap percepatan kualitas hidup dia yang akan lebih baik dari pada si muslim yang males. Ini adalah sebuah sistem kehidupan dan sistem perubah,
Pada hakikatnya nilai-nilai kedisiplinan, rajin dan nilai-niali kehidupan yang lainya, hal  itu adalah nilai-nilai yang diajarkan oleh islam. Bedanya. Kita orang muslim jarang mengamalkan itu semua. Sedangkan orang kafir senantiasa mengintegrasikan karakter-karakter positif tersebut ke dalam diri mereka. Maka pantas mereka lebih berhasil menata dunia daripada orang islam. Ya walaupan mereka ( orang kafir ) itu tidak menyadari bahwa  sifat dan karater itu adalah sifat dan karakter yang dipesankan oleh Islam. .. * merenung sambil mengerunyutkan dahi).

REKOMENDARI. SEBUAH SARAN AFLIKATIF UNTUK DIEKSEKUSI.
Ustadz menutup kajian dengan sebuah penekan yang sederhanan tetapi dalam sekaligus berat dirasa. Saya sajikan dengan gaya bahasa saya ….
1.       Ingat selalu “ sesungguhnya amal tergantung niat. Dan setiap perkara akan dinilai berdasarkan niatnya”.
2.       Tugas pendidik itu bukan hanya bagaimana melakukan “ tranformation knowledge “  pemberian ilmu semata. Tetapi yang terpenting bagaimana menginternalisasikan ( menghujamkan ) nilai-nilai spiritualitas ke dasar jiwa anak,  sehingga akan terbentuk insan-insan yang mempuyai karakter ( berahlak mulia ), mempunyai hubungan yang erat dengan Allah.  Yup Allah adalah sumber kekuatan dan sumber dari sebuah peruabahan.
3.       Bergeraklah dengan cepat tetapi tenang untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.. !!! jangan hiraukan pujian atau celaan manusia. Luruskan niat KERANA ALLAH SEMATA.
4.       BEKERJALAH SECARA TOTALITAS DAN TOTALITASKAN NIAT ANDA KARENA ALLAH SEMATA …!!!.
5.       HATI SENATIASA BERBULAK BALIK. MAKA DI DALA ISLAM SELALU ADA DOA UNTUK SEGALA KTIFITAS APAPUN ITU. So … berdo’alah agar niat anda lurus.. dan akhirilah dengan ucapan alhamdulilah.

Ada yang mau ngasih tambahan untuk catatanku .. silahkan …. ^_^

Kamis, 14 Juni 2012

MEREKAYASA MASADEPAN BERSAMA DOSEN RUSIA


MEREKAYASA MASADEPAN BERSAMA DOSEN RUSIA

Siang itu ku buka Fb ku yang sudah lama ku tidak menengoknya,  ketika ku buka langsung ku membaca update status seorang kawan. Hari ini akan di adakan Traning Self Develeopment. Narasumber : Ust. KUSEN , M.A ( Sang Kandidat Doktor di Belgorad State University-RUSIA).

Judulnya yang diangkat sungguh menarik menarik “ TEKNIK MEREKAYASA MASA DEPAN “ (TMMD ).  Sebuah framework (kerangka berfikir) yang di coba ditanamkan di kedalam Jiwa agar hidup memiliki arah yang jelas.  Memilki visi dan misi yang futuristik dan direalisasikan dengan langkah-langkah yang kongkirt dan real. Saya garis bahawi  KITA HARUS MEMILKI VISI MISI YANG JELAS DAN MENENTUKAN LANGKAH REAL DAN KONKRIT  untuk mewujudkan cita-cita kita.

Semuanya harus serba jelas. Visi-misi  > langkah konkrit dan real > penentuan waktu kapan visi misi itu harus di capai.  Sperti teori John Godard.

Konsep teori TMMD terdiri dari 6 prkatikum yang harus diikuti oleh para peserta.

Praktikum pertama, berjudul Ta’aruf dan Muhasabah. Disini kita diajak untuk mengenal diri kita sedekat-dekatnya. Merenung sejenak untuk membaca diri. Apa keunggulanku,  apa keterampilanku, bagaimana statusku, apa cita-citaku, apa bakatku, bagaimanakah target pendidikanku,  apa hobiku dan terakhir yang paling menyentak jiwa adalah  10 tahun kedepan aku menjadi Apa ?. semua hal itu harus kita jawab dan tuliskan.

Hal-hal diatas tersebut menjadi bahan untuk membaca dan menilai diri. Kadang kita menjalani hidup dengan apa adanya sebuah planning dan dan target-target yang harus dicapai. Kita lupa bahwa Allah sudah memberikan kita akal untuk mensetting kehidupan kita, bagaimana agar berkualitas.          “ Fa’tabiru Ya Ulil Albab “

Praktikum kedua, Mutakhaliyyah ala John Godard. Disini kita harus berani memasang target hidup dalam berbagai sisi kehidupan kita. Baik itu target yang berkenaan dengan pendidikan, ibadah, bidang karir ataupun dalam bidang rumah tangga. Segala sisi kehidupan kita harus memilki target agar semua terarah. Menjadi manusia yang mengendalikan kehidupan, bukan kehidupan yang mengendalikan  kita.

Praktikum ketiga, Istiqomah ‘Ala ghoyyah ( fokus pada tujuan). Disini kita diajak untuk lebih mengkrucutkan cita-cita kita. Ketika kita berambisi ingin menjadi guru. Maka harus di krucutkan lagi guru dikampus atau guru disekolah dasar. Seumpama kita memilih guru sekolah dasar kita harus mengkrucutkan lagi. Guru seperti apakah, guru yang profesional atau guru yang biasa-biasa saja. Jika pilihannya menjadi guru yang profesional, maka harus dikrucutkan lagi profesional dalam apa?, apakah profesional dalam mentrasper ilmu saja, mencerdaskan secara intelektual saja, atau mencerdasakan semua kecerdasannya baik itu intellektual, emosional dan spritualnya. Nah kira-kira seperti itu.  Gambaran praktikum yang ketiga ini. Tujuan harus jelas dan spesifik. Itu intinya.

Praktikum ke empat, syiyazah Al-Ghoyah atau  target dan strategi menggapai tujuan. Disini peserta harus menuliskan target pendidikan yang harus dicapai dalam kehidupannya, ke 2 menuliskan target keterampilan yang harus dikuasai. Ke 3 memikirkan dan menuliskan sarana-sarana apa saja yang bisa menghantarkan ke tujuan tersebut. ke 4,  menulsikan jangka waktu untuk mewujudkan itu semua dan teakhir yang ke 5, menulsikan motto hidup yang kan menjadi bahan bakar penggerak kita agar senantiasa bersemangat dalam memperjuangkan cita-cita kita.

Praktiku ke lima, Shuroh Al-Hayyah, kita harus menenetukan kapan kita mati.                           ( wah .. mengerikan ..!!, maksudnya bukan mendahului takdir tapi lebih ke penekanan pemaksimalan waktu hidup ). Kita harus berani menuliskan tahun berapa kita akan menggapai tujuan-tujuan kita. Seperti menentukan tahun kita menikah, memnetukan kapan kita di wisuda, S2, S3 dan sebagainya. INTIinya semuanya ambisi dan cita-cita kita harus dikaitkan dengan waktu. Kapankah kita hendak menggapainnya.

`Praktikum ke enam, Wasiat Almaut. Disini para peserta disuruh untuk
1.       membuat gambar nisan pemakamanmu disertai identitas tahun lahir & tahun wafat !,
2.       Berapa sisa umurmu ?
3.       Berapa sisa umurmu ?
4.       Tulislah wasiat untuk anak-anakmu menjelang wafat !
5.       Sudah cukupkah kamu menyiapkan bekal rumah masa depan (alam kubur/akhirat) ?

Itulah praktikum yang terakhir dalam traning teknik merekayasa masa depan.

Petikan Renungan Yang Ku Tulis

Disela-sela penjelasan dan motivasi di seson acara TMMD banyak “ mutiara yang telontar “ dari dosen Rusia kita.. mari kita renungkan sebelum kita mengambil Action …. Yuk marie ….

1.       Mentalitas cemen para pemuda akan menjadikan negara yang cemen di masa yang kan datang.  Negara yang tidak punya wibawa. ( Mafhum Mukholafanhya >>>  ingin negara berwibaya maka pemudanya harus punya wibawa. Dan wibawa itu didapat dengan Ilmu dan keberanian ).

2.       Bakat yang ada di dalam diri bagaikan sebuah benih dia bisa tumbuh hidup jika dirawat dengan baik dan juga bisa mati jika dibiarkan.

3.       Kita disebut unggul ketika kita memilki kelebihan-kelebihan yang melekat di dalam diri yang tidak dimiliki oleh oleh orang lain.

4.       Mental minder adalah mental para manusa terbelakang.

5.       Kita diciptakan sebagia para pemenang . kita dilahirkan sebagai pemenang.  Buktinya kita terlahir dengan persaingan yang ketat untuk mebuahi sel telur. Hanya satu sel yang dapat membuahi sel telur dan itu adalah Kita semua.
6.       Mental cemen yang dimilki orang Islam pada hakekatnya adalah para penoda islam itu sendiri. Karena sala satu essensi ajaran  adalah untuk bersiakap berani dalam kebaikan.

7.       Bang Imad, sala satu mahasiswa tempo dulu yang Gaungnya disegani oleh para intellek pada masa itu, dia punya prinsip “ KARENA AKU MUSLIM, AKU HARUS LEBIH BAIK DARI PADA ORANG KAFIR” ( Al-Islammu Yu’la wala Yu’la Alahi ). Islam itu derajatnya ditinggikan dan tidak akan ada yang bisa melebihinya.

8.       Salah satu faktor pendidikan di indonesia terbelakang adalah karena materi pendidikan yang sering tidak selelesai ( ?? ).

9.       ORANG KAFIR LEBIH “ ISLAM ” DARIPADA ORANG ISLAM ITU SENDIRI, dalam artian nilai-nilai islam seperti kedisiplinan,  semangat hidup, semngat untuk memberi, memperhatika kebersihan dan lain sebagainya, hampir semuanya nilai-nilai yang ada dalam islam diamalkan  oleh orang kafir. Sementara orang islam jauh dari pengamalan itu semua.

10.   ORANG SUKSES ADALAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH MERASA BAHWA MEREKA ORANG GAGAL.

11.   MENJALANKAN PESAN-PESAN DARI AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH ADALAH KUNCI KEMAJUA BERADABAN ( umat jaman sekarang tidak akan maju selama tidak menjalankan nilai-nilai yang membuat umat terdahulu maju ).

12.   Bedanya khayalan dan cita-cita adalah adalah diperjuangkan atau tidaknya. Jika diperjuangkan maka itu adalah cita-cita. Dan jika tidak diperjuangkan maka itu adalah khayalan.

13.   Fokus pada satu cita-cita baru boleh mengembangkan sayap. Seperti amin rais yang memulai karirnya dari seorang ilmuan dan dilanjutkan menjadi politikus. SBY yang seorang tentara mengembangkan sayap menjadi seorang politikus. M.Natsir seorang Dai intelektual yang menjadi negarawan, politikus.  Dan masih banyak tokoh-tokoh Indonesia yang lainya yang memulai karir  dari satu bidang ke bidang lain.

14.   Pekerjaan yang baik adalah wirAUsaha dan bisinis yang profesional. (berdasarkan hadist yang tidak disebutkan Mukhorijnya).

15.   Pemetaan langkah yang kongkrit mutlaq wajib dibuat untuk menjadikan hidup lebih hidup.

16.   VISI DAN MISI HARUS DIEKSEKUSI / DIREALISASIKAN DALAM KEHIDUPAN DENGAN LANGKAH-LANGKAH YANG KONGKRIT.

Mudah-mudahan bermampaat buat kawan-kawan, jika ada koreksian dan tambahan  untuk catatan saya sulangkah ditunggu dengan senang hati …. ^_^

Rabu, 18 April 2012

Eksplorasi Radikal Buku “ Change And Movement “




Sungguh menarik untuk mengekplorasi mindset para manusia yang memiliki spirit perubahan, mengisi waktu dengan maksimal dan penuh makna untuk melakukan revolusi diri dan lingkungan dari waktu ke waktu menuju ke dunia “ high speed Movement “. Sala satu tokoh revolusioner yang akan saya  ekpolrasi mindset berfikirnya adalah Imam Robandi. Sala satu pioner perubahan di Muhammadiyah. Sala satu buku yang menarik yang beliau tulis adalah :At-taghyiir wal warakah ( Change and Movement ). Buku yang telah dan akan menjadi inspirasi bagi aktivis-aktivis pendidikan untuk menjadikan yayasan pendidikannya siap untuk “ bertarung “ di kancah nasional atau bahkan di kancah internasional .

Sari pati yang saya akan coba peras dari buku beliau sebagai sebuah cendra mata renungan Jiwa terhadap butiran mutiara-mutiara yang terbendam dalam tiap untaian kata-kata di dalam buku tersebut.  walaupun buku beliau  menggunakan bahasa yang ringan tapi buku sarat akan makna, sebuah makna kehidupan yang bearti. Renungan Jiwa yang Hanya dinikmati sendiri sambil minum kopi tanpa mengukirkannya dalam sebuah coretan tinta, hikmah dari renungan jiwa pasti akan hilang bersama waktu yang terus berputar.

Mudah-mudahan  catatan ini bisa bermampaat buat kawan-kawan sekalian selaku para aktivis Pendidikan. mari kita renungkan bersama mutiara-mutiara yang terpendam dalam buku “ Change dan Movement “
1.       Chafter 61 ---- Adaptability

v  Seorang yang sadar bahwa dirinya pemimpin harus siap mengambil resiko. Harus mempunyai sikap tegas dan bijak.
v  Manusia yang ingin maju harus berani mengambil keputusan, jangan berjalan antara ya dan tidak.

2.       Chafter 62 ---- Time Is Limited

v  Revolusi harus berawal dari hal yang kecil, dan Just to do it !!.
v  Karater seorang muslim sejati adalah senantiasa menjaga kebersihanya. Baik kebersihan hati, diri, dan lingkungannya.
v  Education is The Great Power in a Country.
v  Hidup di Dunia sangat terbatas, sehingga penggunaan energi dan waktu juga terbatas. Mampaatkan energi terbatas itu untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.
v  Harapan masa depan ada di pendidikan ini adalah mindset Jepang. Dan akan menjadi mindset negara-negara yang sadar akan “Change dan Movement “.

v  Keterbatasan itu peluang dan tatantangan untuk berkreatvitas, berfikir untuk membuat sebuah terobosan. Dan tantangan adalah sarana untuk mengembangan diri menjadi eksekutor sejati. Yang meyelesaikan pekerjaan dengan totalitas.
v  Perpustakaan adalah jendela Dunia. “ sebaik-baiknya teman duduk adalah Buku “.





3.       Chafter  63 --- dari mana harus melangkah ??

v  Perubahan harus diawali dari sesuatu yang kecil terlebih dahulu.
v  Peserta didik akan memilki mental disiplin dan mental senantiasa ingin belajar. Jika para pendidiknya memilki mental disiplin dan mental senantiasa ingin belajar juga.  “ uyah tara te’es ka luhur “.
v  Seorang Guru harus menjadi uswatuh hasanah dalam hal apapun untuk para muridnya.
v  Eksekusi !!!! apa yang menajadi target diri atau sekolah,  jangan menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk “ membiacarakan “  soal konsep, rencana  perubahan. Tetapi jauh dari tindakan nyata.

4.       Chafter 64 --- Hosni Mubarak dan pohon pisang ---

v  Dua priode jabatan adalah masa jabatan yang produktif selebihnya akan biasa-biasa saja. ( pak robandi menganalogikan dengan makan. Terasa nikmatnya makan adalah di setengah piring pertama, selebihnya biasa saja ). Saya tidak setuju…. !!!. produktif tidak produktif bukan dilihat dari masa jabatan tetapi lebih ke amanahan dan tanggung jawab pemimpin itu sendiri.

v  Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang dapat melahirkan kader-kader yang hebat sebagai pelanjut estapeta perjuangannya.

v  Filosif regenerasi pohon pisang … Dia tidak berlama-lama setelah buahnya matang. Tunas berikutnya sudah menyusul siap untuk membri kontibusi untuk kehidupan. Pohon pisang selalu melukan regernerasi dengan “ sistematis “ secara kultural dan struktural. Pohon pisang yang sudah tua langsung digantikan dengan tunas-tunas muda yang hebat. Gesit dan geregetan yang mempunyai cita-cita tinggi …

v  Bercita-citalah untuk naik “maqom “ yang lebih tinggi agar menambah keilmuan anda dan menambah pengalaman anda.
5.       Chafter  65 ----  Mabuhai Bangsa Moro

v  Pengorbanan sudah menjadi sebuah sistem di alam ini untuk membayar sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.

v  Guru dalam bidang apapun harus bisa bahasa inggris. English is world language.


6.       Chafter 66 --- Lesson Learned From Japan

v  Perubahan tidak di hasilkan dengan banyak berkata-kata, tetapi perubahan dihasilkan dari sebuah tindakan nyata.
v  Study banding dibutuhkan untuk memperluas wawasan, ilmu dan sudut pandang yang berbeda. Sehingga kita akan lebih cepat dalam melakukan “ Move to Change “.

7.       Chafter 67 --- Timing dan Magnitude ---

v  Semangat berkobar, tetapi tetap tenang dalam mengeksekusi setiap pergeragakan ke arah “ change “.
v  Semangat yang berkobar tetapi di saat waktu yang tidak tepat, maka akan mengasilkan kinerja yang tidak optimal.
v  Pelajaran dari Mike Tyson sering memukul dengan tenaga besar tetapi di waktu yang tidak tepat, sebaliknya Leornard sugar say, pukulannya sangat tepat tetapi bobot pukulannya kurang. Ini adalah faktor Timing dan Magnitude yang tidak pas !!.


8.       Chafter 68 ---- Effficienta ----

v  Bangsa jepang selalu berfikir efesient. Semua diatur dengan sebuah sistem ke efesienanan dan ke efektipan. Sehingga eksekusi pekerjaan menjadi lebih mengirit tenaga dan keuangan. ( Kisah supir jepang )
v  Sistem yang efesient berpengaruh terhadap hasil kinerja. Terutama terwujudnya kultur yang lebih cepat dalam bergerak.
v  Efficient is a future of jafan. Islam is the source of Efesient.

9.       Chafter 69 --- Chicken Of fish ----
v  Ikan lebih baik dari pada ayam, sapi. Ikan memiliki nilai yang lebih banyak. Dari mulai sekolah dasar anak-anak jepang sudah ditanamkan untuk menyukai ikan.

10.   Chafter 70 --- Pilar of Genteng ----
v  Revolusioner jumlahnya amat sedikit, seperti piramida terbalik. Revolusioner memiliki karakter yang kuat, sehingga bisa membuat kultur budaya menjadi lebih baik.

11.   Chafter 71 --- Satu titik pertumbuhan ---
v  Satu titik pertumbuhan adalah lebih berarti daripada seribu harapan – kyai Dzamaludin ---


12.   Chafter 72 --- Penanggungan ---
v  Karena Horisontalisasi yang telah merambah dunia, maka sekolah di kota kecil pun dapat berprestasi sama dengan sekolah-sekolah yang berada di kota besar, ini adalah sebuah ethos/ spirit / giroh.
v  Tidak ada perbedaan antara kota kecil dan  kota besar dalam hal ethos, sekolah dimanapun boleh sukses dan juga dimana pun sekolah dapat gagal

13.   Chafter 73 --- Ethos Baritho ---
v  Berani sukses, berani untuk berbeda. Kunci keberhasilan adalah kerja keras dan tawakal.

14.   Chafter 74 --- Rem jangan banyak diinjak ---
v  Ketika anda melakukan percepatan, maka janganlah banyak menginjak rem. Dan janganlah terlalu banyak melihat kaca spion. Perubahan dunia sangat cepat dan mau mentoleransi kepada siapapun  yang  tidak mau berubah. Anda akan di tinggal oleh customer jika alergi denga  perubahan, dan akan menjadi penonton abadi kesuksesaan sekolah lain.

15.   Chafter 75 --- Kemenangan awal ---

v  Jalinan silaturami dhohir dan batin untuk saling menyuksesan dan saling membesarkan ini adalah awal kemenangan.


16.   Chafter 76 --- High Speed Movement ---
v  Dalam dunia pendidikan atau dakwah harus berjalan diatas rel yang berbasis pada prinsip-prinsip progresivitas, agresivitas, kecepatan, dan keberanian untuk memasang target-target yang terukur secara ilmiah.
v  Perubahan menghasilkan kultur yang struktural harus ditopang dan difikirkan bersama-sama
v  Kebersamaan menghasilakn sebuah kekuatan.
v  Jadilah pioner !! jangan menunggu pioner datang lalu menganjak untuk berlari
v   
17.   Chafter 77 --- Ila akhi fadhil Dr. Robandi ---

v  Mahyadillah fahuha Muhtadi, waman Yudhil falantajidalahu walimursyida
v  Allah is great power to Change
v  Internalisasi asmaul husna kedalam diri menghasilkan kekuatan nyata.
v  Syahadat adalah deklarasi kemerdekaan diri.
v  Luruskan niat Mu …!!!!, sebelum “ Move To Change “
v  Al-Anfal : 62-63
“ dan Jika mereka hendak menimpa mu, maka sesungguhnya cukuplah Allah ( cukup pelindung bagimu. Dialah yang memebrikan kekuaatan kepada mu dengan pertolongannya dan dengan dukungan orang-orang mukmin. “

“Dan Allah yang mempersatukan hati (orang beriman). Walau kamu meninfaqkankan semua kekayaan yang berada di bumi niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya dia maha perkasa dan bijaksana.

18.   Chafter 78 --- Revolusi ---

v  Mengubah mindset dengan menjejalinya dengan virus mental yang haus akan sebuah Change dan Movement.
v  Merubah mindset dengan sebuah tindakan nyata. Perubahan tidak akan terjadi hanya dengan sebuah retorika belaka. Tetapi perubahan terjadi dengan sebuah eksekusi nyata.
v  Putusnya silaturami =  putusnya rantai move to change
v  Silaturami salasatu acara untuk menyatukan mindset.
v  Ingin maju atau tidak adalah sebuah pilihan dalam hidup.

19.   Thaks mas Imam

v  Move to Change berawal dari mind set yang sudah terjangkit virus perubahan  “ The High speed movement “